Biopiracy Jadi Ancaman Serius, BRIN–UGM Dorong Perlindungan Kekayaan Biodiversitas Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kekayaan biodiversitas Indonesia yang melimpah dinilai rentan terhadap praktik biopiracy jika tidak dilindungi oleh sistem hukum dan tata kelola kekayaan intelektual yang kuat.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait pengelolaan kekayaan intelektual berbasis biodiversitas, yang digelar di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia, dengan lebih dari 31.750 spesies tumbuhan dan sekitar 744.000 spesies fauna, termasuk sekitar 9.600 spesies tanaman berkhasiat obat.

Namun, kekayaan hayati tersebut berisiko dimanfaatkan pihak lain tanpa perlindungan dan pembagian manfaat yang adil.

Read also:  Gamer Kampanyekan Aksi Iklim dan Gaya Hidup Berkelanjutan, Dorong Penggunaan Perangkat Hemat Energi

“Ada tiga alasan utama mengapa pengelolaan kekayaan intelektual berbasis biodiversitas menjadi sangat mendesak, yakni penyelamatan aset bangsa melalui inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal, keadilan manfaat atau access and benefit sharing, serta dorongan terhadap inovasi berkelanjutan,” ujar Amarulla.

Ia menegaskan, sumber daya hayati merupakan warisan leluhur yang harus dijaga, sementara kekayaan intelektual menjadi penopang keberlanjutan manfaat bagi generasi mendatang. Karena itu, menurut Amarulla, penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan perlindungan, kedaulatan, dan pemanfaatan sumber daya hayati secara adil.

“Pengelolaan kekayaan intelektual berbasis sumber daya hayati bukan hanya soal kepemilikan, tetapi tentang keadilan, perlindungan kedaulatan negara, dan konservasi hayati untuk masa depan Indonesia,” katanya.

Read also:  Wamen ESDM Soroti Kerja Sama Energi Bersih RI-Rusia di Forum SKB ke-14

Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan dukungan atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama BRIN dan UGM penting untuk merumuskan kebijakan pengelolaan kekayaan intelektual biodiversitas, terutama dalam memperkuat ekosistem riset dan biodiversitas kemaritiman. Menurutnya, BRIN memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan regulasi riset nasional agar lebih terintegrasi dan berorientasi pada kepentingan negara.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah BRIN Bambang Kesowo menekankan bahwa diskusi tersebut harus menghasilkan solusi konkret pengelolaan kekayaan hayati, baik di wilayah darat maupun maritim, termasuk pada sektor pangan, kesehatan, sumber daya organik, serta dimensi geopolitik biodiversitas.

Read also:  Lindungi Ekosistem dan Karbon, KKP dan PLN Sinergikan Penataan Ruang Laut untuk Infrastruktur Ketenagalistrikan

Anggota Dewan Pengarah BRIN Adi Utarini juga menyoroti pentingnya kompilasi bukti ilmiah yang kuat agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar berbasis evidence-based policy.

Diskusi lintas disiplin yang melibatkan periset BRIN dan sivitas akademika UGM itu menghasilkan lima rumusan utama, yakni percepatan penyusunan rencana induk riset nasional biodiversitas, penguatan infrastruktur dan organisasi riset, pengembangan talenta peneliti, penguatan sistem perlindungan serta tata kelola data biodiversitas berbasis kewilayahan, dan penerapan standar etika riset melalui platform nasional terintegrasi.

Rumusan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembentukan gugus tugas untuk menyusun policy brief pengelolaan kekayaan intelektual biodiversitas Indonesia yang direncanakan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...

Kemenhut dan YKAN Teken MoU Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat transformasi pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis sains dan kolaborasi...

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

TOP STORIES

West Java, Sumitomo-Hitachi Zosen Consortium Advance Legok Nangka Waste-to-Energy Project

Ecobiz.asia — The West Java provincial government and a consortium led by Japan’s Sumitomo Corporation and Hitachi Zosen Corporation have reached a renewed agreement...

Indonesia Assures Global Investors New Conservation Financing Will Prioritize Ecology

Ecobiz.asia — Indonesia has assured international donors and investors that its new innovative financing scheme for national parks and iconic species conservation will prioritize...

Ceria Corp Perkuat Komitmen ESG Lewat Program Green Legacy

Ecobiz.asia -- Ceria Corp mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggelar program penanaman pohon Green Legacy di area revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka,...

PGN dan Pertagas Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Operasional Penuh CISEM II

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menggandeng anak perusahaan, PT Pertamina Gas (Pertagas), dalam memperkuat fondasi bisnis...

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...