Tepat Guna, Pertagas Terapkan Teknologi Migas untuk Perawatan Pipa Air Desa

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, menginisiasi Program Pusaka Artha dengan mengadopsi teknologi migas untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur pipa air bersih di desa.

Program ini memanfaatkan teknologi pigging yang lazim digunakan dalam pembersihan pipa gas, sebagai solusi tepat guna bagi jaringan pipa air desa.

Manager Communication Relation & CSR Pertagas, Imam Rismanto, mengatakan penerapan teknologi pigging merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi berbasis keahlian industri bagi kebutuhan masyarakat.

Read also:  Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

“Pertagas membawa teknologi yang biasa diterapkan di industri migas sebagai solusi bagi masyarakat desa dalam membersihkan jaringan pipa air secara efisien dan berkelanjutan,” ujar Imam, Kamis (15/1/2026).

Sebagai proyek percontohan, Pertagas menerapkan teknologi tersebut di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.

Perusahaan juga menggelar workshop pengenalan sistem pigging di lokasi Pamsimas RT 05 agar masyarakat dapat melihat langsung penerapan teknologi tersebut.

Read also:  Bioekonomi Bisa Menjadi Jalan Menjaga Hutan, KPH Tak Boleh Menunggu

Uji coba teknis menunjukkan proses pembersihan pipa dapat dilakukan tanpa pembongkaran, dengan memanfaatkan tekanan air pompa untuk mendorong alat sikat khusus (pig). Metode ini memangkas durasi pekerjaan menjadi sekitar satu hingga dua jam dan hanya membutuhkan satu hingga dua personel.

Ketua Paguyuban Pamsimas RT 05 Desa Sidomulyo, Santo, mengatakan sebelum penerapan teknologi pigging, pembersihan pipa dilakukan secara manual dengan mengangkat pompa dan pipa ke permukaan.

Read also:  PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Proses tersebut memakan waktu enam hingga delapan jam dengan melibatkan tiga hingga lima orang.

“Sekarang prosesnya jauh lebih ringan dan cepat. Karena mudah, kami bisa membersihkan pipa seminggu sekali, sehingga air yang sampai ke warga lebih lancar dan jernih,” ujar Santo.

Imam menambahkan, Pertagas akan terus mengembangkan adopsi teknologi migas untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam mendukung keberlanjutan akses air bersih di wilayah pedesaan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

TOP STORIES

Menteri LH Teken Aturan Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Link Download PermenLH No 11 Tahun 2026

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menetapkan aturan baru perdagangan karbon sektor limbah melalui Peraturan Menteri Lingkungan...

Indonesia Looks to Climate Finance to Unlock 100 GW Solar Ambition

Ecobiz.asia – Indonesia is looking to international climate finance and private capital to help turn its 100 GW solar ambition into investment projects, as...

GIZ: Indonesia Faces 3.8 GW Annual Renewable Buildout Gap as Procurement Stalls

Ecobiz.asia – Indonesia needs to accelerate annual renewable power additions by around 3.8 GW to stay on track with its latest electricity supply plan,...

Indonesia’s Cheap Gas Recipients Still Lag on Energy Efficiency

Ecobiz.asia – Only 41 of 164 Indonesian companies receiving special natural gas prices and consuming more than 4,000 tonnes of oil equivalent (TOE) a...

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...