Danamon–Fairatmos Kerja Sama Pengembangan Pembiayaan Hijau dan Proyek Karbon Kehutanan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjalin kerja sama strategis dengan PT Udara Untuk Semua (Fairatmos) untuk mengembangkan pembiayaan proyek karbon berbasis alam (nature-based solutions), seiring meningkatnya kebutuhan pendanaan berkelanjutan dan penguatan pasar karbon Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Selasa (13/1/2026), yang mencakup pengembangan pembiayaan proyek karbon kehutanan, perhitungan emisi, hingga penerbitan dan perdagangan kredit karbon.

Dalam kolaborasi ini, Fairatmos menyediakan kapabilitas teknis, teknologi, serta akses ke jaringan pembeli karbon internasional.

Sementara Danamon berperan sebagai penyedia pembiayaan bagi pengelola hutan maupun pembeli kredit karbon.

Read also:  Bioenergi Berpotensi Reduksi 12 Juta Ton Emisi, Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon, Herry Hykmanto, mengatakan kemitraan tersebut merupakan bagian dari komitmen bank dalam memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan dan mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

“Kolaborasi ini memungkinkan sektor keuangan berperan lebih aktif dalam pengurangan emisi karbon, sekaligus menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi nasabah dan masyarakat,” kata Herry.

Fairatmos menilai kerja sama ini sebagai terobosan penting bagi pembiayaan karbon berbasis alam di Indonesia.

CEO Fairatmos, Natalia Rialucky, menyebut Danamon sebagai institusi keuangan pertama di Indonesia yang secara nyata masuk ke skema pembiayaan kredit karbon sektor kehutanan.

Read also:  Ceria Corp Perkuat Komitmen ESG Lewat Program Green Legacy

“Setelah tiga tahun menjembatani kesenjangan pendanaan di sektor ini, kolaborasi dengan Danamon menjadi model awal yang menunjukkan bahwa pembiayaan berbasis alam dapat dijalankan secara bankable dan terstruktur,” ujar Natalia.

Melalui kemitraan ini, Danamon dan Fairatmos akan menjajaki pengembangan berbagai instrumen keuangan berkelanjutan, termasuk pembiayaan proyek restorasi hutan dan pesisir yang menghasilkan kredit karbon berintegritas tinggi.

Fairatmos saat ini mengelola dan mendampingi proyek-proyek restorasi di berbagai ekosistem hutan, pesisir, dan karbon biru di Asia Tenggara, dengan dukungan jaringan lebih dari 500 pemilik aset.

Read also:  Pertamina Bongkar Strategi Hadapi Krisis Energi dan Iklim, Biofuel hingga CCS Jadi Andalan

Danamon menyebut inisiatif ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan grup, termasuk target net zero emissions dari operasional pada 2030 dan portofolio pembiayaan pada 2050. Bank ini juga melihat peluang pasar karbon sebagai bagian dari pengembangan pembiayaan hijau yang lebih luas di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembiayaan iklim nasional, sekaligus mendorong keterlibatan sektor perbankan dalam pengembangan proyek karbon berbasis konservasi dan restorasi alam. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi...

Pertagas Borong 5 Penghargaan pada Indonesia Sustainability Award 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memborong lima penghargaan sekaligus meraih predikat Best of The Best ESG Leadership of...

ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk kembali terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026, yakni Indeks SRI-KEHATI,...

PHM Dorong Konservasi Pesisir dan Dekarbonisasi Lewat Penanaman Mangrove di Lamaru

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menanam 500 bibit pohon mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026 sebagai puncak...

PHE-Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Operasi Hulu Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperpanjang kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal...

TOP STORIES

Forum Ekonomi Restoratif Kunstkring Dialogue Dimulai, Bahas Energi Bersih hingga Kepemimpinan Perempuan

Ecobiz.asia – Upaya membangun ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memulihkan lingkungan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama Kunstkring Dialogue, forum...

Kemenhut Siapkan Reformasi Kebijakan untuk Dongkrak Kontribusi Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menyiapkan serangkaian reformasi kebijakan untuk meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari revisi Undang-Undang Kehutanan,...

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menggalang dukungan negara-negara kepulauan untuk memperkuat perlindungan masyarakat pesisir dan...

Kemenhut Tegaskan Hanya PBPH yang Berhak Ajukan Perdagangan Karbon di Konsesi Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), bukan pengembang proyek (project developer), merupakan pihak yang berhak mengajukan permohonan...

Empat Tantangan Proyek Karbon Kehutanan, Fairatmos Siap Dampingi PBPH

Ecobiz.asia – Pengembangan proyek karbon di sektor kehutanan menghadapi sedikitnya empat tantangan utama, mulai dari persoalan status lahan, keterbatasan data karbon, tingginya biaya pengembangan...