Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama InJourney Destination Management (IDM) menghadirkan skema kompensasi emisi karbon sukarela bagi wisatawan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Melalui skema ini, pengunjung dapat membeli kredit karbon seharga Rp6.000 saat memesan tiket masuk secara daring.
Candi Borobudur diklaim menjadi destinasi warisan budaya pertama di Indonesia yang menyediakan opsi pembelian kredit karbon langsung saat pemesanan tiket. Kontribusi tersebut bersifat sukarela dan dibuktikan melalui sertifikat digital atas nama pengunjung.
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan skema tersebut memungkinkan wisatawan ikut mendukung transisi energi dengan mengompensasi emisi karbon dari perjalanan menuju destinasi wisata.
“Candi Borobudur dikenal dunia. Kami ingin setiap kunjungan ke sini juga menjadi bagian dari langkah Indonesia menuju rendah karbon,” kata John dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (29/10/2026).
Skema tersebut diresmikan bersama Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati di Manohara Borobudur Cultural Center, Magelang, pada 5 Oktober 2026.
Kredit karbon yang ditawarkan berasal dari proyek energi bersih Pertamina NRE, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan Unit 6 di Sulawesi Utara. Pembangkit panas bumi menghasilkan listrik yang menggantikan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil, sehingga emisi yang dihindari dapat diverifikasi dan dicatat sebagai kredit karbon.
Menurut Pertamina NRE, kredit karbon dari proyek energi terbarukan dan konservasi alam yang digunakan dalam skema ini terdaftar di Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Kementerian Lingkungan Hidup.
PLTP Lahendong juga menjadi sumber kredit karbon Pertamina NRE yang diperdagangkan pada hari pertama peluncuran Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon), 26 September 2023.
John mengatakan perdagangan kredit karbon menjadi salah satu lini bisnis rendah karbon yang melengkapi portofolio energi bersih Pertamina NRE. Perusahaan memiliki kapasitas terpasang sekitar 2.551 megawatt dari berbagai sumber energi, termasuk surya, panas bumi, gas alam, dan biogas.
Sementara itu, Indung Purwita Jati menyatakan skema kompensasi emisi di Borobudur menjadi tahap awal pengembangan carbon neutral zone dalam kemitraan kedua perusahaan. Model tersebut direncanakan diperluas secara bertahap ke destinasi unggulan lain yang dikelola InJourney.
“Kolaborasi menjadi bagian penting dari upaya kami membangun destinasi yang lebih berkelanjutan,” ujar Indung.
Borobudur dikunjungi lebih dari 3 juta orang setiap tahun. Melalui skema ini, kedua perusahaan membuka pilihan bagi wisatawan untuk berkontribusi pada upaya kompensasi emisi melalui pembelian kredit karbon. ***




