TruCarbon–AEI Kolaborasi Dukung Emiten Perkuat Pelaporan Emisi, Manfaatkan Digital Carbon Accounting

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — TruCarbon menjalin kerja sama dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membantu perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat kesiapan penyusunan laporan keberlanjutan melalui pemanfaatan digital carbon accounting, seiring meningkatnya tuntutan transparansi emisi dan kepatuhan ESG di pasar modal.

Melalui kerja sama tersebut TruCarbon membuka akses uji coba gratis platform carbon accounting TruCount bagi anggota AEI hingga Juni 2026. Periode tersebut disesuaikan dengan tenggat penyampaian Sustainability Report emiten kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang jatuh pada April.

Read also:  Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Chief Executive Officer TruCarbon Debby Renata mengatakan kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong emiten tidak sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi mulai membangun strategi dekarbonisasi berbasis data yang kredibel.

“Kami ingin perusahaan bergerak melampaui kepatuhan administratif. Penghitungan emisi yang akurat adalah fondasi untuk menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan relevan secara bisnis,” kata Debby, Jumat (30/1/2026).

Debby mengungkapkan TruCount dikembangkan untuk membantu perusahaan mengumpulkan data emisi dan menghitung gas rumah kaca (GRK) secara terstruktur, sekaligus menyelaraskan pelaporan dengan standar internasional seperti GRI 305, ISO 14064, dan GHG Protocol.

Read also:  Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

TruCount memungkinkan perusahaan menghitung emisi Scope 1, Scope 2, serta hingga 15 kategori Scope 3, sekaligus menyediakan fitur pemodelan skenario, penetapan target, pemantauan mitigasi, dan penyusunan inventaris GRK.

Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha menilai dukungan teknis semacam ini dibutuhkan karena banyak emiten masih menghadapi tantangan dalam memahami kompleksitas pelaporan keberlanjutan.

“Pelaporan keberlanjutan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh emiten. Namun, kami melihat masih banyak perusahaan yang belum familiar dengan proses dan standar teknisnya. Kolaborasi ini memberi akses pada tools dan pendampingan yang relevan,” ujar Gilman.

Read also:  Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Selain penyediaan uji coba platform, TruCarbon dan AEI juga akan menggelar rangkaian kegiatan edukasi, termasuk webinar dan sesi berbagi, untuk memperkuat pemahaman emiten mengenai manajemen karbon dan implikasinya terhadap strategi bisnis jangka panjang.

AEI dan TruCarbon berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem pelaporan keberlanjutan nasional, sekaligus membantu emiten meningkatkan kredibilitas data emisi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap risiko iklim dan kinerja ESG. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...