Tekankan Keseimbangan Kesejahteraan dan Lingkungan, Menko AHY Dorong Kolaborasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Pesan ini ia sampaikan saat memberikan keynote speech pada acara ESG Now Movement 2025 di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

“Seiring kita mengejar pertumbuhan ekonomi, termasuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, harus disertai pula dengan kepedulian menjaga lingkungan dan bumi kita. Oleh karena itu, bagaimana kita menempatkan kesejahteraan dan keberlanjutan. Keduanya penting dan keduanya tidak bisa ditunda,” tutur Menko AHY.

Read also:  RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan Dibawa ke COP31

Pada kesempatan itu, Menko AHY mengingatkan pentingnya menjaga bumi yang semakin tua, semakin panas, dan terus menghadirkan dampak-dampak dari krisis iklim. .

Ia menekankan tiga tantangan besar terkait pengelolaan air di Indonesia, yaitu kekurangan air saat musim kemarau, kelebihan air pada musim hujan, serta penurunan kualitas air akibat pencemaran.

“Tiga hal itu membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, kita semua yang hadir di sini, dan tentunya media. Pendekatan lima elemen ini menurut saya akan sangat efektif untuk menghadirkan solusi yang lebih permanen dan lebih baik bagi kita semua,” jelasnya.

Read also:  Indonesia Luncurkan SOIFO 2026 di Markas FAO Roma: 95,5 Juta Hektare Hutan Jadi Modal Ketahanan Pangan dan Iklim

Menko AHY juga menekankan bahwa lingkungan harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur.

“Saya tentunya juga ingin mendorong dari sisi infrastruktur agar kita dapat mencegah kekeringan, mencapai ketahanan air bersih untuk semua, serta mencegah bencana alam akibat banjir maupun kerusakan lingkungan yang kita timbulkan sendiri,” ungkapnya.

Read also:  Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Menko AHY menutup dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh pihak agar lebih serius menjaga kualitas air dan kebersihan sungai.

“Karena tanpa air, tidak ada kehidupan yang baik. Oleh karena itu, pemerintah harus bersama-sama dengan semua kalangan, stakeholders, berkolaborasi. Ini bukan hanya kampanye dalam narasi, melainkan juga aksi nyata di lapangan,” pungkasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

TOP STORIES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...