Ecobiz.asia — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menanam sekitar 1,74 juta pohon sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon dan dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Penanaman tersebut berpotensi menyerap sekitar 481,8 ribu ton CO₂ per tahun. Program dilakukan di seluruh wilayah operasi KKKS di Indonesia melalui kegiatan rehabilitasi lingkungan dan pelibatan masyarakat.
Dari total penanaman 2025, sekitar 1,15 juta pohon ditanam melalui rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), sementara 590 ribu pohon ditanam melalui program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).
Secara kumulatif, SKK Migas dan KKKS telah menanam 8,45 juta pohon dalam periode 2022–2025. Rinciannya, 2,06 juta pohon pada 2022, 2,2 juta pohon pada 2023, 2,45 juta pohon pada 2024, dan 1,74 juta pohon pada 2025.
Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta mengatakan penanaman pohon merupakan bentuk tanggung jawab industri hulu migas terhadap pelestarian lingkungan dan penurunan emisi karbon.
Menurutnya, konsistensi penanaman dalam empat tahun terakhir menunjukkan komitmen industri yang dilakukan secara terukur dan berskala besar.
Ia menambahkan, kewajiban penanaman pohon di DAS merupakan tindak lanjut atas ketentuan pemerintah. Namun, SKK Migas dan KKKS juga melakukan penanaman melebihi kewajiban tersebut melalui program PPM sebagai bentuk komitmen tambahan.
Dalam pelaksanaannya, program penanaman pohon turut melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Jenis tanaman yang ditanam antara lain pohon produktif dan multi purpose tree species (MPTS) seperti durian, alpukat, dan kelengkeng, serta tanaman kayu seperti meranti dan mahoni, yang diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus dampak ekonomi bagi masyarakat pengelola. ***




