Tuntaskan 300 Proyek PLTS, Xurya Gencar Ekspansi ke Hybrid Off-Grid dan IPP pada 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Setelah menuntaskan lebih dari 300 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga akhir 2025, Xurya mempercepat transformasi bisnis dengan mengarahkan ekspansi ke segmen hybrid off-grid dan independent power producer (IPP) pada 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat profitabilitas dan memperluas peran dalam transisi energi nasional.

Managing Director Xurya Eka Himawan mengatakan pemanfaatan PLTS kini telah menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang banyak perusahaan di Indonesia, seiring semakin jelasnya regulasi energi surya.

Read also:  Manfaatkan Metana di TPA Sampah Sarimukti, Pertamina-Kembangkan Hidrogen dan Biomethane

“Kami melihat peluang untuk bertransformasi dari startup menjadi perusahaan energi terbarukan lokal yang mapan dan bertaraf global. Fokus kami beberapa tahun terakhir adalah profitabilitas jangka panjang, diversifikasi bisnis, dan pembangunan talenta lokal,” ujar Eka, Selasa (3/3/2026)

Didirikan pada 2018, Xurya dikenal sebagai pionir skema sewa PLTS tanpa biaya awal bagi sektor komersial dan industri. Kini Xurya mulai mengembangkan portofolio di sektor hybrid off-grid dan IPP.

Read also:  Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Permintaan pembangkit energi terbarukan skala besar dinilai meningkat, terutama dari industri yang membutuhkan kepastian pasokan listrik dan efisiensi biaya. Kepastian regulasi, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2025 tentang pedoman perjanjian jual beli listrik energi terbarukan, turut memperkuat prospek pengembangan proyek IPP.

“Institusi keuangan kini semakin memahami karakter pasar PLTS Indonesia. Ini membuka peluang pembiayaan yang lebih relevan, dan kami ingin menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan energi industri yang terus berkembang,” tambah Eka.

Read also:  VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Memasuki 2026, Xurya menegaskan komitmennya untuk terus memperluas adopsi energi surya melalui diversifikasi aset, penguatan tata kelola proyek, serta investasi berkelanjutan pada talenta lokal. Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

“Dengan fondasi yang semakin matang, kami siap mendukung akselerasi transisi energi menuju sistem energi yang berkelanjutan dan andal,” tutup Eka. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

TOP STORIES

Resmi! Pemerintah Serahkan Dua Izin Panas Bumi, Siapkan Lima WKP dan Tujuh WPSE

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) untuk ditawarkan pada 2026 guna...

Dorong Pemanfaatan Panas Bumi 23,2 GW, Pemerintah Minta Pemegang Konsesi Segera Realisasikan Proyek

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong percepatan pengembangan panas bumi nasional dengan meminta pemegang konsesi segera merealisasikan proyek yang telah memperoleh izin. Langkah tersebut diperlukan untuk...

Perkuat Penjagaan Kawasan Hutan, Prabowo Setujui Penambahan 21.000 Polhut

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 21.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang akan direkrut secara bertahap untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan Indonesia. Wakil Menteri...

Indonesia Urges EU to Strengthen Recognition of FLEGT Licences Under EUDR

Ecobiz.asia – Indonesia has urged the European Union to strengthen recognition of Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) licences under the implementation of...

Indonesia Dorong UE Perkuat Pengakuan Lisensi FLEGT dalam Penerapan EUDR

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong Uni Eropa memperkuat pengakuan terhadap lisensi FLEGT dalam penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) untuk menjaga akses pasar produk hasil...