Cerita dari Balik Seragam Bekas: Inovasi Pertamina Drilling Menggema di Bangkok

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Di tengah sorotan forum global, sebuah kisah tak biasa datang dari industri pengeboran. Bukan tentang capaian produksi atau teknologi mutakhir, melainkan tentang seragam kerja bekas—yang selama ini identik dengan limbah—bertransformasi menjadi simbol inovasi berkelanjutan.

Cerita ini dibawa Pertamina Drilling ke ajang 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management yang diselenggarakan oleh IEOM Society International di Bangkok, Jumat (27/3/2026).

Di hadapan akademisi dan praktisi dari berbagai negara, Ade Barkah Darmond mempresentasikan sebuah pendekatan yang sederhana namun berdampak besar: limbah bukanlah akhir dari siklus industri, melainkan awal dari penciptaan nilai baru.

Melalui paper berjudul “From Waste to Value in Drilling Operations: Material Flow Analysis of Pertamina’s Circular Uniform Upcycling Initiative”, ia mengulas perjalanan seragam bekas yang diolah kembali melalui program Gear Upcycling Drilling (GUD).

Read also:  Jaga Keandalan Infrastruktur Energi Nasional, Pertagas Perkuat Budaya K3 Berkelas Dunia

Dengan pendekatan Material Flow Analysis (MFA), setiap material ditelusuri, dipetakan, dan dimaksimalkan penggunaannya hingga menghasilkan produk baru yang bernilai ekonomis sekaligus sarat makna.

“Di balik setiap limbah, selalu ada potensi yang bisa dihidupkan kembali. Melalui GUD, kami ingin menunjukkan bahwa industri tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga harapan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Ade.

Lebih dari sekadar inovasi teknis, program ini menghadirkan dimensi sosial yang kuat. GUD membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM, menjadikan limbah industri sebagai bahan baku produk kreatif—mulai dari merchandise hingga suvenir korporasi yang kini membawa identitas baru: berkelanjutan dan bernilai cerita.

Read also:  Elnusa Raih Skor ACGS 96,66, Lampaui Rata-rata Emiten Big Cap Indonesia

Langkah ini sekaligus mempertegas kontribusi perusahaan terhadap agenda global Sustainable Development Goals, khususnya pada aspek kesehatan, pekerjaan layak, konsumsi berkelanjutan, dan aksi iklim.

Resonansi inovasi ini pun mendapat perhatian kalangan akademisi internasional. Britta Gammelgaard, profesor dari University of Southern Denmark, menilai pendekatan tersebut sebagai implementasi nyata konsep circular economy yang masih jarang ditemukan di sektor energi.

Sementara itu, Ahad Ali, CEO IEOM Society International, melihat GUD sebagai praktik unggulan yang memiliki potensi besar untuk direplikasi lintas industri secara global.

Dari sisi korporasi, Avep Disasmita menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar proyek inovasi, melainkan bagian dari arah strategis perusahaan.

Read also:  SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Sukabumi, Libatkan 1.000 Warga di Lima Desa

“Ini bukan hanya tentang mengelola limbah, tetapi menciptakan nilai baru dari setiap proses bisnis. GUD mencerminkan komitmen kami terhadap keberlanjutan sekaligus memperkuat posisi Pertamina Drilling di tingkat regional dan global,” ujarnya.

Di tengah kompetisi industri energi yang semakin dinamis, langkah ini menunjukkan bahwa keunggulan tidak hanya ditentukan oleh skala operasi, tetapi juga oleh keberanian untuk berinovasi dan menghadirkan dampak.

Dari seragam yang pernah menjadi bagian kerja keras di lapangan, kini lahir produk yang membawa cerita baru. Dari yang semula terbuang, berubah menjadi inspirasi—bahwa masa depan industri dapat dibangun dari hal-hal yang sebelumnya terabaikan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki pengembangan bioenergi berbasis sorgum melalui kerja sama dengan PT Sorbu Agro Energi sebagai bagian...

PEP Bunyu Field dan FSPPB Tanam Pohon untuk Dukung Keberlanjutan Lingkungan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field dan Federasi Serikat Pekerja Pertambangan & Gas Bumi Bersatu (FSPPB) menyelenggarakan kegiatan “Aksi Hijau May Day”...

Dua Dekade di Oman, MedcoEnergi Perkuat Ekspansi dan Kemitraan Strategis

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi; IDX: MEDC) menandai dua puluh tahun operasinya di Kesultanan Oman dan menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya...

Sukses di Filipina, Pertamina NRE Ekspansi Pengembangan Energi Terbarukan ke Bangladesh

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperluas ekspansi bisnis energi terbarukan ke Bangladesh setelah mencatat pengembangan proyek energi surya berskala besar...

TOP STORIES

Direct Carbon Pricing Now Covers Nearly One-Third of Global Emissions: World Bank

Ecobiz.asia — Direct carbon pricing mechanisms now cover nearly one-third of global greenhouse gas emissions, while revenues generated from carbon pricing have surpassed US$107...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

Indonesia, Norway Advance Fifth REDD+ Payment Under Agreed MRV Protocol

Ecobiz.asia — Norway has reaffirmed its commitment to strengthening its climate and forestry partnership with Indonesia and is preparing to disburse the fifth phase...

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...