SBY Calls for Discipline and Moral Clarity in Indonesia’s Energy Transition

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Former President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) delivered a blunt assessment of the global landscape at the Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025, Monday (Oct 6, 2025) warning that the world is entering a “G-zero” era where no nation or bloc leads collective action.

Against that backdrop, he urged Indonesia to steer its energy transition on its own terms, guided by discipline and moral clarity.

“G-zero, every country for itself, this is dangerous,” SBY said, referencing the term coined by political scientist Ian Bremmer to describe a world order with no single power willing or able to lead.

After the financial crisis, he noted, traditional superpowers such as the G7/G8 became reluctant to act as global “policeman” or “banker,” while emerging economies like BRICS have been unable or unwilling to fill the void. The result, he warned, is growing fragmentation and declining multilateralism.

Read also:  Transformasi Pengelolaan Sampah, Pembangunan Fasilitas PSEL Bali Dimulai

“There is a decline of multilateralism and the rise of unilateralism,” SBY said. “In this world, waiting for consensus is a plan to fail.”

He called for a pragmatic operating model built on sovereignty, focus, and results hedge financial risks, prioritize assets that can actually be built, and “govern the transition like a mission, not a seminar.”

SBY also framed climate leadership as a moral issue, saying it is “not only irresponsible but also immoral” for leaders to deny or delay climate action. The challenge, he argued, is no longer about ambition but delivery.

Read also:  Panas Bumi, SAF hingga CCS Masuk Agenda Percepatan Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

“If progress is missed, there must be an effort to make improvements and return to the right track,” he said, a pointed reminder of Indonesia’s missed 23% renewable energy target by 2025.

He urged a pragmatic approach to energy resources. “Understand the resources we have, what is already effective and what is still potential. We want maximum impact along the way; this is a decade-scale effort.” His comments suggested focusing on proven technologies such as geothermal energy and solar-plus-storage, rather than chasing distant, headline-grabbing projects.

Citing his own decision to withdraw Indonesia from OPEC when the country became a net oil importer, SBY said policy must follow facts. “Staying was the wrong mindset,” he recalled. That pragmatism, he implied, is what Indonesia’s energy transition needs today.

Read also:  Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

“The ideas are already there,” he concluded. “What we lack is implementation on the ground.” For him, responsibility lies squarely with government and political leaders to deliver, cutting through bureaucracy, accelerating permits, and sequencing grid investments ahead of new capacity.

“Indonesia must be part of the solution, God willing, a model,” SBY said. Becoming a model, he added, does not require breakthroughs but reliability projects that work, even amid currency swings, supply hiccups, and donor delays. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Rekomendasikan Penataan Ulang Tata Ruang Sumatra, Cegah Bencana Banjir Berulang

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menemukan jutaan hektare kawasan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memerlukan penataan ulang tata...

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional melalui 93 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp32 triliun untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan...

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian...

TOP STORIES

Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Ecobiz.asia -- PT Dairi Prima Mineral (DPM) menargetkan memulai konstruksi proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera...

Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada...

PLN pilots calliandra-sorghum biomass project with ITERA to support hydrogen production

Ecobiz.asia -- State electricity firm PT PLN (Persero) has launched a pilot project to develop an integrated biomass and green hydrogen ecosystem by cultivating...

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...