Raksasa Minyak Sawit Musim Mas Raih Pembiayaan Berkelanjutan Senilai 150 Juta Euro dari Rabobank dan HSBC

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Raksasa minyak sawit Musim Mas mendapat kucuran pembiayaan senilai 150 Juta Euro dari Rabobank dan HSBC. Pembiayaan berupa Kredit Bergulir  tersebut akan dimanfaatkan lini pemasaran Musim Mas Group, Inter-Continental Oils & Fats Pte. Ltd., dan entitas Biofuel yang berbasis di Spanyol dan Italia sebagai pembiayaan terkait keberlanjutan (Sustainability-Linked Loan/SLL).
 
Tiga Indikator Kinerja Utama (KPI) pada SLL tersebut adalah sertifikasi RSPO untuk petani swadaya, pelatihan bagi petani swadaya, dan menjaga rantai pasok bebas deforestasi. Verifikasi eksternal akan dilakukan oleh asesor independen terkemuka untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Kepala Perdagangan dan Pembiayaan Komoditas Rabobank Asia Gregory Vandeler menyatakan pihaknya merasa terhormat bertindak sebagai koordinator pada SLL tersebut. 

Read also:  Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Baca juga: Petani Binaan Hengjaya Mineralindo Naik Kelas, Jalin Kerja Sama Distribusi Panen dengan Bumdesa

“Ada potensi besar dalam menjadikan sektor agri-food lebih berkelanjutan. Dalam peran kami sebagai bank komoditas pangan, pertanian, dan perdagangan terkemuka, kami berkomitmen untuk mengambil peran utama dalam bekerja sama erat dengan klien kami dalam perjalanan transisi berkelanjutan mereka.”

Kepala Perbankan Komersial, HSBC Singapura Priya Kini, mengatakan pihaknya senang membantu Musim Mas yang ingin menanamkan prinsip-prinsip ESG ke dalam operasi bisnis inti dan aktivitas pembiayaan mereka.

“Kolaborasi ini merupakan demonstrasi yang jelas dari upaya berkelanjutan HSBC untuk mendukung transisi klien kami menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” kaya Priya.

Read also:  Lakukan Studi Penangkapan dan Penyimpangan Karbon (CCS/CCUS), Pertamina Ungkap Target Tahap Comissioning

Alvin Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Eksekutif, Musim Mas menyatakan mendapatkan pinjaman terkait keberlanjutan dengan target yang ambisius, bermakna, dan terukur merupakan bukti komitmen Musim Mas yang mendalam terhadap keberlanjutan dan perilaku perusahaan yang bertanggung jawab. 

“Musim Mas menegaskan kepada para pemangku kepentingan kami—bank keuangan, pelanggan, dan karyawan—tentang dedikasi kami untuk mendorong dampak lingkungan dan sosial yang positif sekaligus memberikan nilai jangka panjang,” kata dia.

Baca juga: KLHK Peringatkan Perusahaan Tambang Pemegang Izin Pinjam Pakai Hutan Lakukan Rehabilitasi DAS

Read also:  Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas hingga 2028

Sebelumnya, pada tahun 2021, Musim Mas juga memperoleh Fasilitas Pembiayaan Perdagangan Hijau  (Green Trade Financing Facility) dari bank Singapura di bawah Kerangka Kerja Pembiayaan Perdagangan Hijau dan Berkelanjutan serta Modal Kerja dari Gugus Tugas Industri Keuangan Hijau Otoritas Moneter Singapura (MAS). 

Pada tahun 2024, Musim Mas berkolaborasi dengan bank terkemuka untuk menerapkan Rekening Berkelanjutan yang inovatif dengan Struktur Manajemen Likuiditas (Sustainable Account with a Liquidity Management Structure). Inisiatif ini dirancang untuk mengoptimalkan arus kas dan modal kerja Grup di seluruh entitasnya, sekaligus mengintegrasikan pertimbangan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...