Ecobiz.asia – Pengembangan produk lokal menjadi komoditas bernilai tambah dan berdaya saing di pasar internasional menjadi tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Dua kelompok usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang telah memiliki pengalaman ekspor kini berupaya memperluas pasar melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Kedua kelompok tersebut adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam dari Muara Jawa yang mengembangkan lidi nipah dan media tanam nipah, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Prima dari Salo Palai yang memproduksi arang kayu halaban. Produk lidi nipah kelompok pertama pernah diekspor ke India, sedangkan arang kayu halaban kelompok kedua pernah dipasarkan ke Kanada.
Namun, pengalaman tersebut belum sepenuhnya menempatkan kedua kelompok pada akses pasar langsung. Selama ini, pemasaran produk masih dilakukan melalui agen eksportir atau trader. Kondisi ini menjadikan perluasan jaringan pembeli, penguatan kapasitas produksi, dan peningkatan nilai tambah sebagai pekerjaan lanjutan bagi kedua kelompok usaha.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kalimantan Timur Ali Wardana mengatakan, pembinaan UMKM perlu dilanjutkan dengan hilirisasi dan penguatan pemasaran.
“Tahap selanjutnya adalah hilirisasi dan pemasaran produk UMKM, dan TEI merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk berkolaborasi sebagai satu kesatuan Kalimantan Timur dalam memperluas akses pasar UMKM, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Ali dalam keterangan yang diterima Senin (19/10/2026).
PHM memfasilitasi partisipasi kedua kelompok tersebut dalam TEI ke-41 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. Melalui pameran tersebut, kedua kelompok berkesempatan memperkenalkan produk kepada calon pembeli dan menjajaki peluang kemitraan perdagangan.
Pada hari pertama pameran, arang kayu halaban dari BUMDes Karya Prima mengikuti kegiatan business matching. Sementara itu, KTH Sinar Nilam dijadwalkan mengikuti business counseling bersama perwakilan perdagangan Indonesia di New Delhi, India, dan Ankara, Turki.
Head of Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto mengatakan, keikutsertaan dalam pameran internasional tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk mitra binaan.
“Kami melihat bahwa beberapa kelompok mitra binaan telah memiliki produk-produk yang berpotensi untuk komoditas ekspor. Untuk itu, perlu diberikan akses promosi skala nasional dan internasional, seperti ajang TEI 2026 ini,” ujarnya.
Meski demikian, keberhasilan perluasan pasar tidak cukup diukur dari keikutsertaan dalam pameran atau ketertarikan calon pembeli. Keberlanjutan usaha juga bergantung pada kemampuan kelompok memenuhi spesifikasi produk, menjaga konsistensi pasokan dan mutu, serta memenuhi persyaratan perdagangan internasional.
Belum terdapat informasi mengenai nilai transaksi atau kontrak ekspor baru yang diperoleh kedua kelompok selama TEI 2026. Karena itu, hasil penjajakan pasar tersebut akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana promosi dan pendampingan dapat mendorong pengembangan usaha, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat kemandirian pemasaran UMKM. ***




