Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai calon pemberi pinjaman untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Minat pembiayaan indikatif dari lembaga-lembaga tersebut mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program.

Pembentukan lenders panel atau panel calon pemberi pinjaman ini ditujukan untuk memetakan kapasitas dan minat pembiayaan dari institusi keuangan domestik maupun internasional sebelum proses pendanaan formal dimulai. Program PSEL tersebut dikembangkan DIM melalui Denera untuk menjalankan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan tingginya minat pembiayaan menjadi modal awal untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek.

“Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL. Minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan dari pasar pembiayaan,” kata Stefanus dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Read also:  PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Melalui panel tersebut, DIM dan Denera memetakan pilihan pendanaan, mulai dari jenis dan tenor pinjaman hingga fasilitas nontunai dan solusi pembiayaan lainnya. Nilai minat pembiayaan yang dihimpun masih bersifat indikatif dan belum merupakan komitmen pinjaman final. Setiap rencana pendanaan tetap harus melewati evaluasi, uji tuntas, dan persetujuan kredit masing-masing institusi.

Ke-34 anggota panel mencakup bank internasional yang berpengalaman dalam pembiayaan proyek, lembaga pembiayaan pembangunan multilateral dan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, pengelola dana iklim, serta bank domestik.

Kelompok bank internasional antara lain Bank of China, BNP Paribas, DBS, HSBC, Mizuho, MUFG, Standard Chartered, dan UOB. Sementara itu, lembaga pembiayaan dan pembangunan yang bergabung mencakup Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Islamic Development Bank (IsDB), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Dari kelompok bank domestik, panel tersebut melibatkan Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri. Sejumlah bank komersial lain, termasuk bank syariah, juga masuk dalam daftar calon pemberi pinjaman.

Read also:  ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Chief Financial Officer Denera M. Ramadhan Harahap mengatakan pihaknya berharap keterlibatan institusi keuangan tersebut dapat memperkuat persiapan pendanaan proyek-proyek PSEL.

“Kami mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan institusi keuangan yang telah bergabung dalam lenders panel PSEL Denera. Kami berharap kolaborasi ini dapat terbangun dengan baik dan menjadi fondasi bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL kami,” ujarnya.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan bahwa besarnya minat pendanaan tidak serta-merta menjamin realisasi pembiayaan. Setiap calon pemberi pinjaman tetap harus menjalankan prosedur uji tuntas dan memperoleh persetujuan internal.

“Besarnya minat pembiayaan merupakan perkembangan positif, tetapi kesiapan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya minat yang diterima. Setiap komitmen pembiayaan tentunya tetap melalui prosedur due diligence (uji tuntas) dan persetujuan komite di masing-masing institusi pembiayaan tersebut,” kata Pandu.

Read also:  PHE Dorong Asri Basin Jadi Hub Penyimpanan Karbon Regional

Menurut dia, proses pembiayaan harus mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas.

Seleksi Dimulai Juli 2026

DIM dan Denera menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat keuangan sekaligus konsultan pembentukan lenders panel. Proses seleksi dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.

Calon anggota panel dievaluasi berdasarkan kapasitas finansial, pengalaman dan kemampuan mengeksekusi pembiayaan, fleksibilitas, serta kesesuaian dengan kebutuhan program PSEL.

Pembentukan panel tersebut menjadi tahap awal penyiapan pendanaan untuk proyek pengolahan sampah menjadi listrik. Keterlibatan bank dan lembaga pembiayaan diharapkan membuka akses terhadap modal domestik maupun internasional, meskipun realisasi pendanaan masih bergantung pada kelayakan setiap proyek dan persetujuan kredit.

Jumlah anggota lenders panel juga masih dapat bertambah mengikuti perkembangan proyek dan kebutuhan pembiayaan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Ecobiz.asia — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Waduk Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai sekitar...

Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Stok BBM Bali Capai 48 Juta Liter

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mengerahkan 108 mobil tangki dan meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, dengan stok mencapai 48 juta...

Panas Bumi Sumatera Bisa Pasok Kebutuhan Listrik Jawa, Supergrid Jadi Kunci

Ecobiz.asia — Potensi panas bumi di Sumatera yang diperkirakan mencapai 9 gigawatt (GW) berpeluang mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di Jawa. Namun, pemanfaatan sumber energi...

Dari Produk Lokal ke Pasar Global, Hilirisasi Jadi Ujian UMKM Binaan PHM

Ecobiz.asia – Pengembangan produk lokal menjadi komoditas bernilai tambah dan berdaya saing di pasar internasional menjadi tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

PLN EPI Gandeng GETI, Kembangkan Energi dari Limbah

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Geoenviron Engineering Technology Indonesia (GETI), anak perusahaan Beijing Geoenviron Engineering & Technology Inc....

TOP STORIES

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Ecobiz.asia — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Waduk Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai sekitar...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Stok BBM Bali Capai 48 Juta Liter

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mengerahkan 108 mobil tangki dan meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, dengan stok mencapai 48 juta...

Philippines to Develop National Carbon Market Framework to Attract Investment

Ecobiz.asia – The Philippines will develop a national carbon market policy framework to regulate carbon credit projects and transactions, as the government seeks to...