Indonesia Belajar Pengembangan Green Jobs Denmark, Dari Waste to Energy hingga Auditor Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Denmark untuk mempercepat pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon. Pengembangan lapangan kerja hijau tersebut mencakup sektor pengelolaan sampah, energi bersih, hingga ekonomi karbon.

Kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, serta Penasihat Sektor Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Kedutaan Besar Denmark, Erika Torres, di Jakarta.

Menteri Jumhur mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menciptakan pekerjaan hijau dari berbagai aktivitas pengelolaan lingkungan yang terus berkembang, mulai dari pengelolaan sampah hingga sektor perdagangan karbon.

Read also:  KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

“Indonesia bisa belajar dari Denmark untuk menciptakan green jobs. Pekerjaan ini berasal dari semua aktivitas di sektor sampah dan pengelolaan sampah. Selain itu juga bisa menjadi carbon credit auditor, carbon analyst dan pekerjaan sejenisnya yang termasuk green jobs,” ujar Jumhur, Selasa (2/6/2026).

Menurut Jumhur, pengalaman Denmark dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam mempercepat pengembangan talenta hijau sekaligus membuka peluang kerja baru yang lebih berkelanjutan bagi generasi muda.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Denmark juga mengundang Menteri Jumhur untuk berkunjung ke Denmark pada 15–19 Oktober 2026 guna melihat langsung berbagai model pengelolaan lingkungan yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, mengatakan sektor lingkungan di negaranya telah berkembang menjadi salah satu sumber lapangan kerja yang signifikan. Dengan jumlah penduduk sekitar enam juta jiwa, Denmark mampu menciptakan sedikitnya 80 ribu green jobs dari berbagai aktivitas pengelolaan lingkungan.

Lapangan kerja tersebut tumbuh dari sektor pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah hingga pengembangan energi hijau. Denmark juga dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) yang dinilai mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Read also:  Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Sementara itu, Erika Torres menjelaskan keberhasilan pengembangan green jobs di Denmark didukung oleh kebijakan yang mendorong praktik ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi, serta pemberian insentif kepada masyarakat dan pelaku usaha yang berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan.

Menurutnya, transformasi menuju ekonomi hijau akan berjalan lebih cepat apabila ditopang inovasi, regulasi yang tepat, dan partisipasi masyarakat.

Menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut, KLH/BPLH akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut berbagai program dan model pengembangan green jobs yang telah diterapkan di Denmark. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...