PGE dan UGM Gelar Panen Raya Katrili 2025, Produk Sampingan Panas Bumi Genjot Produktivitas Pertanian

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Panen Raya Katrili 2025 di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Senin (26/5). Kegiatan ini menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian lokal melalui pemanfaatan booster pertanian dari produk sampingan panas bumi.

Empat komoditas yang dipanen dalam panen raya tersebut meliputi tomat Gustavi, bawang merah, kacang batik, dan padi. Seluruhnya ditanam menggunakan booster “Katrili”, hasil kolaborasi riset antara PGE Area Lahendong dan UGM, yang memanfaatkan sisa endapan dari proses panas bumi.

Direktur Operasi PGE Ahmad Yani menyatakan bahwa kegiatan ini membuktikan bahwa energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara lebih luas, tidak hanya untuk pembangkitan listrik, tetapi juga mendukung ketahanan pangan.

Read also:  PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Baca juga: PGE Area Lahendong-Fakultas Teknik UGM Panen Perdana Tomat Gustavi, Subur Berkat Pupuk Silika Katrili

“Ini adalah bagian dari visi kami untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” kata Ahmad.

Booster Katrili diuji coba di lahan percontohan PGE Area Lahendong dengan tiga metode perlakuan: penggunaan pupuk kimia, booster Katrili, dan kombinasi keduanya. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan hasil panen dan efisiensi biaya produksi.

“Tanaman lebih tahan hama, ukuran buah lebih besar, dan hasil panen meningkat. Penggunaan booster ini juga menurunkan biaya pupuk hingga 20-30 persen,” kata Rommi Seran, perwakilan Kelompok Tani GMIM.

Para petani yang terlibat berasal dari kelompok tani Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) dan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), yang tersebar di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong.

Read also:  Magnifina Bawa PHR Berjaya di ENSIA 2026, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Hasilkan Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, menambahkan bahwa booster Katrili merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya lokal untuk menjawab tantangan sektor pertanian.

“Solusi atas berbagai masalah ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita mengajak kampus dan industri untuk menciptakan solusi bersama,” ujarnya.

Baca juga: Atasi Gagal Panen Berulang, Pertamina EP Sukowati Field Dukung Implementasi Program SRI di Tuban

Panen raya ini turut dihadiri oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Suhardi, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tim peneliti UGM, serta mitra petani setempat.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa menyambut baik inisiatif pemanfaatan booster Katrili dan menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi daerah.

Panen Raya Katrili 2025 juga dirangkai dengan sajian pangan lokal dan pertunjukan budaya, termasuk tarian tradisional Katrili yang dibawakan oleh muda-mudi sebagai simbol syukur atas hasil panen.

PGE berharap booster Katrili dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan panas bumi yang lebih luas melalui pendekatan “Beyond Electricity”, yaitu pemanfaatan panas bumi untuk sektor pertanian, pariwisata, dan lainnya secara berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Upstream Energy Transformation Award dalam Dataiku Summit 2026 atas penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI)...

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...