Perluas Akses Energi Terbarukan, Kementerian ESDM Luncurkan Patriot Energi Angkatan IV

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali meluncurkan Program Patriot Energi Angkatan IV sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi dan pemerataan akses listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi).

Program hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal EBTKE dengan Yayasan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) ini bertujuan memberdayakan pemuda-pemudi sebagai fasilitator energi bersih di desa-desa yang belum teraliri listrik.

“Transisi energi bukan sekadar pilihan, tetapi keniscayaan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat,” ujar Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi saat peluncuran program di Jakarta, Senin (2/6/2025).

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Baca juga: PLN dan Pemkab Gayo Lues Kerja Sama Kembangkan PLTMH, Tiga Lokasi Jadi Prioritas

Eniya menjelaskan, dari potensi EBT nasional sebesar 3.600 GW, pemanfaatannya baru sekitar 15,6 GW. Sementara rasio elektrifikasi telah mencapai 99,83% pada triwulan I 2025, masih terdapat 5.700 desa dan 1,3 juta rumah tangga yang belum terjangkau listrik PLN.

Dalam RUPTL PT PLN (Persero) 2025–2034, pemerintah menargetkan pembangunan 42,6 GW pembangkit EBT, termasuk 10,3 GW untuk sistem penyimpanan energi. Program Patriot Energi dinilai menjadi jembatan penting dalam mendampingi masyarakat membangun dan mengelola energi terbarukan secara berkelanjutan.

Read also:  Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

“Energi yang adil berarti tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal. Patriot Energi hadir untuk mewujudkan keadilan energi hingga ke pelosok negeri,” ujar Eniya.

Baca juga: Lakukan Reklamasi Eks Tambang di Dataran Tinggi, Freeport Tegaskan Komitmen Tambang Berkelanjutan 

Sebanyak 32 peserta terpilih dari 1.459 pendaftar di 38 provinsi telah mengikuti pelatihan sejak April hingga Juli 2025, termasuk pelatihan lapangan di empat desa di Subang, Jawa Barat. Mereka akan ditugaskan ke wilayah Timur Indonesia, khususnya Papua, untuk mendampingi masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan energi terbarukan.

Read also:  Badan Pengelola Gambut Ditargetkan Terbentuk Pekan Depan, Menhut Rancang Draft Perpres

Ketua Yayasan IBEKA Tri Mumpuni menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Kerja Sama antara IBEKA dan Ditjen EBTKE yang ditandatangani pada Juli 2024. Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan pada tahun 2015, 2016, dan 2021.

“Patriot Energi bertujuan memperluas akses listrik berbasis energi terbarukan dan potensi lokal sebagai bagian dari pemerataan pembangunan,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

MADANI Desak Penguatan Hukum IBSAP, Perkuat Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Ecobiz.asia — Sebanyak 14,84 juta hektare areal bernilai keanekaragaman hayati tinggi (ABKT) di Indonesia berada di luar sistem perlindungan kawasan hutan formal, sementara 5,91...

RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan Dibawa ke COP31

Ecobiz.asia — Indonesia menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan sebagai salah satu inisiatif yang akan dibawa ke Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31...

Tobat Ekologis, 2.649 Sekolah Jalankan Aksi Pengelolaan Sampah hingga Konservasi Energi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggerakkan 2.649 sekolah di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk menjalankan aksi lingkungan terukur selama...

TOP STORIES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...