Libatkan Swasta, Menteri LH Kirim Tambahan 200 Personel Pemadam Karhutla Riau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat respons terhadap lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan mengerahkan 200 personel pemadam darat ke wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Pengiriman tim dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurrofiq dalam Apel Siaga di Pekanbaru, Kamis (24/7/2025).

Menteri Hanif menegaskan bahwa pemadaman darat menjadi garda terdepan dalam penanggulangan karhutla, terutama di lahan gambut yang membutuhkan penanganan teknis khusus.

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Pencegahan harus jadi prioritas. Kalau api sudah muncul, pemadaman darat adalah yang paling efektif,” ujarnya.

Read also:  RI–Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Aksi Iklim dan Rehabilitasi Lahan

Apel Siaga dihadiri oleh Gubernur Riau, pejabat tinggi daerah, serta perwakilan dari sejumlah perusahaan mitra pengendalian karhutla seperti APP (Sinar Mas), PT RAPP, PT Musim Mas, PTPN IV Regional 3, dan Pertamina Hulu Rokan.

Pengiriman tim ini merupakan bagian dari strategi kolaboratif lintas sektor yang digalang KLH/BPLH bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, masyarakat, dan sektor swasta.

Menteri Hanif menyatakan bahwa misi pemadaman tidak akan berhenti sampai titik api terakhir berhasil dipadamkan.

“Ini bukan kloter terakhir. Tim berikutnya akan dikirim. Kita harus hadir sampai titik api padam. Seluruh tim membawa satu tekad: pantang pulang sebelum padam, dan Riau harus bebas asap,” tegasnya.

Read also:  PSEL Banten Dipercepat, Target Olah 4.000 Ton Sampah per Hari

Data per 23 Juli 2025 menunjukkan titik api aktif masih terdeteksi di sejumlah kawasan gambut dan mineral di Rokan Hilir dan Rokan Hulu. BMKG juga memperkirakan peningkatan signifikan titik panas di Riau selama periode 23–27 Juli, dengan potensi berlanjut hingga awal Agustus.

Upaya pengendalian karhutla ini merupakan bagian dari strategi nasional penurunan emisi gas rumah kaca sesuai dengan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC), yang menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% secara mandiri dan 43,2% dengan dukungan internasional pada 2030. Karhutla menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian target tersebut menuju Net Zero Emission 2060.

Read also:  Tindak Lanjut COP30, KLH Susun Dua Peta Jalan Transisi Energi dan Hutan

KLH/BPLH juga mendorong penguatan sistem deteksi dini dan pencegahan karhutla melalui patroli intensif, pemantauan titik panas, serta peningkatan kapasitas personel dan sarana prasarana di lapangan.

Menteri Hanif mengapresiasi terhadap seluruh pihak yang telah bersinergi, sekaligus mengingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem akibat El Nino berpotensi memperburuk situasi.

Pemerintah berharap respons terpadu ini dapat mencegah bencana kabut asap, menjaga kualitas udara, serta melindungi ekosistem hutan dan gambut secara berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Pemilahan Sampah Jadi Penentu Keberhasilan Teknologi PSEL (Waste to Energy)

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi faktor kunci keberhasilan teknologi...

Menhut Serahkan 1.742 Hektare Izin Perhutanan Sosial ke Masyarakat Sulut

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan akses kelola hutan kepada 328 kepala keluarga (KK) di Sulawesi Utara melalui skema perhutanan sosial guna...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...