Lakukan Pemulihan Gambut, Perusahaan Kehutanan-Perkebunan Diganjar KLH Kenaikan Peringkat PROPER

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) siap memberikan insentif berupa kenaikan peringkat dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) bagi perusahaan kehutanan dan perkebunan yang menjalin kolaborasi pemulihan gambut.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam restorasi ekosistem gambut yang menjadi salah satu penyerap karbon terbesar di dunia.

“Kolaborasi ini penting. Tidak satu pun kita mampu menangani persoalan lingkungan secara mandiri. Kolaborasi ini menjadi kunci penanganan kondisi ekosistem yang diperlukan dunia,” katanya dalam Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut dan Mangrove di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Indonesia memiliki sekitar 13,36 juta hektare lahan gambut dengan cadangan karbon mencapai 57 gigaton CO₂. KLH telah memetakan target pemulihan gambut seluas 3,31 juta hektare, terbagi di areal penggunaan lain (APL), kawasan hutan, penyangga konsesi, serta area konsesi yang diwajibkan melakukan restorasi.

Read also:  Gakkum Kehutanan Bongkar Penyelundupan Orangutan, Lutung, dan Ratusan Satwa Liar ke Thailand

Pemulihan gambut juga melibatkan pemberdayaan masyarakat desa. KLH menargetkan pembentukan 2.354 Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), dengan 1.450 desa di antaranya membutuhkan dukungan perusahaan karena berada di wilayah penyangga konsesi.

Menteri Hanif mengatakan akan memberi keistimewaan bagi perusahaan yang melaksanakan kolaborasi pemulihan gambut dalam penilaian PROPER. “Mau (Proper) Emas, mau apa… Yang penting diselamatkan dulu gambutnya. Ini penting, bukan hanya untuk kita,” tegasnya.

Read also:  Kemenhut-Yayasan Pertamina Jalin Kolaborasi Optimalkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)

Peringkat PROPER terdiri dari lima kategori yaitu Emas (kepemimpinan lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif), Hijau (melebihi kepatuhan dan menerapkan efisiensi sumber daya serta tanggung jawab sosial), Biru (memenuhi seluruh persyaratan regulasi), Merah (belum memenuhi sebagian ketentuan), dan Hitam (melanggar serius atau menyebabkan pencemaran).

Deputi Bidang Tata Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH, Sigit Reliantoro, menjelaskan perusahaan yang aktif menjalankan program DMPG berpeluang mendapat peringkat PROPER Hijau.

“Jika perusahaan mendapat PROPER Merah namun sudah menyatakan komitmen berapa desa yang akan dibina, kemudian berapa hitung-hitungan pencegahan emisi karbon termasuk metodologi verifikasinya, maka akan mendapat pengampunan dan peringkatnya naik ke PROPER Biru,” ujarnya.

Read also:  Biopiracy Jadi Ancaman Serius, BRIN–UGM Dorong Perlindungan Kekayaan Biodiversitas Indonesia

Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Sihol P. Aritonang, menyambut kebijakan tersebut dengan menyatakan kesiapan perusahaan untuk berkolaborasi dalam pemulihan gambut.

Dia menjelaskan pengelolaan gambut memang seharusnya dilakukan dalam satu kesatuan bentang lahan (landscape), termasuk dengan melibatkan desa-desa di wilayah perusahaan yang ada di lahan gambut. “Kami siap ambil bagian dalam inisiatif yang dipimpin KLH,” katanya.

Sihol juga menyambut insentif yang ditawarkan pemerintah untuk menaikkan peringkat PROPER bagi perusahaan yang melaksanakan kolaborasi pemulihan gambut. “Kalau pemulihan ekosistem gambut ini menjadi bagian integral dari penilaian PROPER, tentu kami siap untuk mengikuti ketentuannya,” ujar dia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

Indonesia–Inggris Luncurkan MFP Fase 5, Fokus Penguatan Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris meluncurkan Multistakeholder Forestry Programme (MFP) Fase 5 untuk memperkuat tata kelola hutan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar...

Gakkum Kehutanan Kejar Jaringan Pembunuhan Gajah di Riau, Identifikasi Pelaku Lapangan Hingga Pemodal

Ecobiz.asia — Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) mengintensifkan penegakan hukum untuk membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan gajah sumatera di...

Penghargaan Adipura, Menteri LH Tegaskan Penilaian Dilakukan Menyeluruh

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh hingga wilayah pinggiran. Pernyataan tersebut disampaikan...

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

TOP STORIES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...