Konsisten Lestarikan Lingkungan, Star Energy Bersama Balai TNGHS Lepasliarkan Burung Langka Elang Jawa

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Star Energy Geothermal Salak, Ltd. (SEGS), anak perusahaan PT. Barito Renewables Energy Tbk (BREN), bersama Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) melepasliarkan seekor Elang Jawa di area operasi SEGS pada Senin, 16 September 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kedua pihak dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Acara ini juga menjadi rangkaian dari The 10th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2024, di mana SEGS menjadi tuan rumah kunjungan lapangan. 

Baca juga: Pertamina Geothermal Energy (PGE) Dorong Kolaborasi Percepatan Pengembangan Panas Bumi, Jalan Menuju NZE 2060

Pelepasan satwa tersebut dilakukan oleh Kepala Teknik Panas Bumi SEGS, Irwan Januar Hasbullah, dan Kepala BTNGHS, Budhi Chandra.

Read also:  Tuntaskan 300 Proyek PLTS, Xurya Gencar Ekspansi ke Hybrid Off-Grid dan IPP pada 2026

“Selama 11 tahun, kami bersama BTNGHS telah melepasliarkan sembilan ekor elang, termasuk tahun lalu yang juga melibatkan pelepasan dua Elang Brontok dan satu Macan Tutul Jawa. Ini semua merupakan hasil dari inisiatif pelestarian lingkungan yang konsisten kami lakukan,” ujar Irwan Januar Hasbullah.

Kepala BTNGHS, Budhi Chandra, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen SEGS dalam menjaga populasi satwa langka. “Kolaborasi ini adalah bukti nyata upaya kami menjaga alam. Sinergi dalam pelestarian keanekaragaman hayati mendukung keberlanjutan energi terbarukan demi masa depan yang lebih baik,” ungkap Budhi.

Elang Jawa yang dilepasliarkan kali ini adalah betina bernama Sally, yang sebelumnya diserahkan oleh Komunitas Pasukan Langit Jakarta pada 2 Mei 2024 ke Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) BTNGHS. Setelah menjalani rehabilitasi selama empat bulan, Sally dinyatakan sehat dan mampu berburu mangsa dengan baik.

Read also:  Samindo Resources Targetkan Pemindahan 34,5 Juta BCM Batuan Penutup pada 2026

Elang Jawa merupakan satwa prioritas yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) dan masuk dalam daftar terancam punah (endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Lokasi SEGS dipilih sebagai tempat pelepasliaran karena kondisi habitatnya yang ideal, dengan hutan alam dan ketersediaan pakan yang melimpah.

Selain program pelepasliaran satwa, SEGS juga menjalankan inisiatif Green Corridor, yang berkontribusi pada pelestarian berbagai spesies langka, termasuk Owa Jawa dan Macan Tutul Jawa. “Kami bangga area kami kembali dipilih untuk pelepasliaran. Ini menunjukkan bahwa operasional geothermal dapat berjalan dengan standar lingkungan yang tinggi sambil menjaga biodiversitas,” tambah Irwan.

Read also:  PLN Klaim Program TJSL Jangkau Lebih dari 700 Ribu Penerima Manfaat, Gunakan Pendekatan CSV

Baca juga: Mengenal Indonesia Coral Bond, Inovasi Pendanaan Konservasi Terumbu Karang Ala KKP

SEGS juga terlibat dalam berbagai program konservasi lainnya, seperti penanaman pohon, konservasi Ikan Tor, dan pelestarian spesies anggrek, katak pohon, serta kumbang hutan. Irwan menegaskan bahwa perusahaan akan terus mendukung upaya pelestarian alam melalui kerja sama dengan pihak-pihak terkait.

“Sebagai bagian dari Barito Renewables, kami berkomitmen menjaga kelestarian alam di sekitar area operasional kami. Inisiatif ini akan terus kami jalankan demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan lestari,” tutup Irwan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp14,5 Triliun pada 2025, Terus Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk membukukan pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun sepanjang tahun buku 2025, tumbuh sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencerminkan...

Dairi Prima Mineral Beri Beasiswa ke Siswa Dairi untuk Studi di China

Ecobiz.asia — Enam siswa penerima beasiswa dari PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) angkatan ke-4 menjalani pembekalan akhir sebelum berangkat menempuh pendidikan di Guangzhou,...

Geo Dipa dan Gubernur Jawa Tengah Bahas Percepatan Proyek Panas Bumi Dieng, Bentuk Tim Sosialisasi

Ecobiz.asia — PT Geo Dipa Energi membahas percepatan pengembangan Proyek Panas Bumi Dieng bersama Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, dalam audiensi di Kantor Gubernur...

PLN Nusantara Power Teken JDSA dengan Geo Dipa untuk Retrofit PLTP Dieng 1 dan Green Hydrogen

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menandatangani Joint Development Study Agreement (JDSA) dengan PT Geo Dipa Energi untuk mengkaji retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas...

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Meski Dua Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Ecobiz.asia - PT Pertamina (Persero) memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga meski dua kapal milik perseroan masih berada di kawasan Selat Hormuz di tengah...

TOP STORIES

Indonesia Assures Japanese Buyers Wood Pellet Production Meets Sustainable Forestry Standards

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has assured Japanese energy companies that wood pellet production in the country is carried out in line with...

Indonesia Urges Faster Global Action to Halt Deforestation by 2030

Ecobiz.asia — Indonesia has called on the international community to accelerate concrete actions in the forestry sector to halt and reverse global forest loss...

Indonesia Ajak Dunia Percepat Aksi Nyata Sektor Kehutanan Hentikan Deforestasi Global 2030

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional mempercepat aksi nyata di sektor kehutanan untuk menghentikan dan membalikkan kehilangan hutan serta degradasi lahan global pada...

PTBA Targets Groundbreaking of Coal Downstream Projects This Year

Ecobiz.asia - State-controlled coal miner PT Bukit Asam Tbk (PTBA) is targeting to begin construction of its coal downstream projects this year through the...

Habitat Gajah dan Harimau, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Jadi Sasaran Pembalakan Liar

Ecobiz.asia — Aktivitas pembalakan liar masih menyasar kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, habitat penting bagi Gajah Sumatera dan Harimau Sumatera. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia...