Kendalikan Karhutla, Kemenhut Dapat Tambahan Anggaran Rp471,239 Miliar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp471,239 miliar untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2027. Alokasi tersebut menjadi bagian dari pagu dan tambahan anggaran Kementerian Kehutanan yang disetujui Komisi IV DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Selasa (1/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Komisi IV DPR RI juga memberikan apresiasi kepada Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla atas dedikasi dan kerja keras melakukan pemadaman di lapangan.

Read also:  KPH Diarahkan Jadi “Konduktor” Pengelolaan Hutan di Tingkat Tapak

“Kami di Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi kepada Manggala Agni atas dedikasi dan kerja kerasnya memadamkan kebakaran hutan di Indonesia,” ujar Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Komisi IV DPR RI menyetujui Pagu Anggaran Kementerian Kehutanan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp8,692 triliun. Besaran tersebut mengacu pada Surat Bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor S-483/MK.03/2026 dan T-767/D.9/PP.04.12/09/2026 tentang Pagu Anggaran Belanja Kementerian/Lembaga dan Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2027.

Selain pagu tersebut, Komisi IV juga menyetujui Usulan Anggaran Belanja Tambahan Kementerian Kehutanan 2027 sebesar Rp4,688 triliun.

Read also:  Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah program, antara lain mitigasi karhutla, pemulihan kawasan hutan, pengentasan kemiskinan ekstrem di sekitar kawasan hutan, serta penguatan tata kelola kawasan hutan melalui pengadaan Polisi Kehutanan.

Khusus untuk pengendalian karhutla, alokasi sebesar Rp471,239 miliar menjadi bagian penting dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran pada 2027. Komisi IV DPR RI juga menekankan pentingnya langkah antisipasi dilakukan sejak dini.

Read also:  Optimalkan Potensi Bioekonomi untuk Kelestarian Hutan, Kemenhut Dorong Penguatan KPH

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan dukungan anggaran tersebut diharapkan turut memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Kami optimistis sektor kehutanan dapat terus meningkatkan kontribusi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujar Raja Juli.

Hasil pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Kehutanan Tahun Anggaran 2027 selanjutnya akan disampaikan Komisi IV DPR RI kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI untuk proses sinkronisasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

Ecobiz.asia — Ledakan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghadirkan persoalan baru: gunungan baterai bekas. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan timbulan limbah baterai kendaraan listrik akan...

Sungai Mengering, Ketergantungan Batu Bara Dinilai Perparah Krisis Iklim di Kalimantan

Ecobiz.asia -- Kekeringan dan pendangkalan sejumlah sungai besar di Kalimantan di tengah fenomena El Niño menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali ketergantungan Indonesia...

KLH/BPLH Perluas Jejaring Internasional Lawan Sindikat Kejahatan Lingkungan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat penegakan hukum dan memperluas kerja sama internasional untuk membongkar jaringan kejahatan lingkungan yang semakin...

TOP STORIES

Singapore, Laos Sign Carbon Credit Deal, Set Corresponding Adjustment Mechanism

Ecobiz.asia — Singapore and Laos have signed an implementation agreement to establish a legally binding framework for carbon credit collaboration under Article 6 of...

UNEP: World Set to Cross 1.5°C Warming, Return Below Threshold Still Possible

Ecobiz.asia — Global temperatures are likely to exceed the 1.5°C warming threshold within the next few years, increasing climate risks and impacts, but the...

PLN Nusantara Power Perluas Bisnis di Luar Pembangkitan, Raih Dua Penghargaan Marketing 2026

Ecobiz.asia -- Transformasi bisnis PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mencari sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti pembangkitan mendapat pengakuan melalui dua...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

TBS Receives Indonesia’s First Green Equity Transition Designation

Ecobiz.asia — PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) has become the first company to receive the Green Equity Transition designation from the Indonesia Stock...