Hadapi Ancaman Iklim, Industri Kopi Perlu Bertransformasi ke Arah Keberlanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan industri kopi spesialti di Indonesia, termasuk kopi Gayo yang telah lama dikenal dengan cita rasa dan aroma khasnya. 

Peningkatan suhu, pola cuaca ekstrem, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas, serta mengancam mata pencaharian ribuan petani.

Para ahli memperkirakan bahwa tanpa intervensi berarti, hingga 50 persen area produksi kopi berisiko hilang pada tahun 2050. Hal ini mendorong perlunya transformasi industri kopi ke arah yang lebih tangguh dan ramah lingkungan.

Baca juga: Inovasi Kopi Panas Bumi: Jejak Deden dari Kamojang ke Pasar Global

Read also:  Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Sebagai respons terhadap tantangan ini, World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama HSBC Indonesia meluncurkan proyek Kopi Gayo Berkelanjutan. 

Proyek ini bertujuan mendukung ketahanan industri kopi dari hulu ke hilir melalui praktik produksi yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tiga pilar utama proyek ini mencakup konservasi hutan melalui perhutanan sosial, peningkatan proses pasca-panen dan penggunaan energi terbarukan, serta intervensi pasar untuk menciptakan nilai tambah bagi petani. Inisiatif ini juga memfasilitasi kolaborasi lintas rantai pasok kopi — mulai dari petani, koperasi, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan.

Direktur WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menegaskan bahwa perubahan iklim dapat berdampak serius terhadap ekonomi lokal yang bergantung pada komoditas kopi. 

Read also:  Pertemuan APEC-EGILAT, Indonesia Tegaskan Penguatan SVLK dan Penegakan Hukum untuk Berantas Pembalakan Liar

“Kopi merupakan komoditas penting yang melibatkan banyak pihak. Kami ingin membantu petani Gayo beradaptasi dan menjaga produksi tetap berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangannya dikutip Minggu (18/5/2025).

Sementara itu, Presiden Direktur HSBC Indonesia, Francois de Maricourt, mengatakan bahwa sektor keuangan memiliki peran strategis dalam mendukung proyek-proyek mitigasi perubahan iklim. “Kami mendukung sistem pangan dan pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen terhadap net zero. Melalui proyek ini, kami berharap dapat mendorong kerangka praktik kopi berkelanjutan dari hulu ke hilir,” katanya.

Read also:  TFCCA Salurkan Hibah 35 Juta Dolar AS, Dorong Konservasi Terumbu Karang Berbasis Masyarakat

Baca juga: Hancurnya Komoditas Kelapa di Indonesia: Catatan Sejarah dan Pelajaran Berharga Bagi Komoditas Sawit

Peluncuran proyek ini digelar bersamaan dengan World of Coffee Jakarta 2025 dalam format talk show bertajuk “Dari Ladang ke Cangkir: Peluang Kopi Spesialti di Tengah Perubahan Iklim”. Acara ini dihadiri oleh petani, roastery, pelaku industri, dan pemangku kebijakan, serta menjadi forum untuk berbagi pengetahuan dan menjalin kolaborasi.

Dengan sinergi antara lembaga penelitian, sektor swasta, dan masyarakat, kopi Indonesia diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi krisis iklim, tetapi juga tumbuh sebagai produk unggulan global yang berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

Pertemuan APEC-EGILAT, Indonesia Tegaskan Penguatan SVLK dan Penegakan Hukum untuk Berantas Pembalakan Liar

Ecobiz.asia — Indonesia menegaskan komitmen memperkuat tata kelola perdagangan produk kehutanan legal melalui optimalisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan penguatan penegakan hukum pada...

TFCCA Salurkan Hibah 35 Juta Dolar AS, Dorong Konservasi Terumbu Karang Berbasis Masyarakat

Ecobiz.asia — Program Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) Siklus Pertama resmi digulirkan secara nasional, menandai dimulainya pelaksanaan hibah konservasi terumbu karang...

Bappenas–CSES Perkuat Kerja Sama Industri Sawit Rendah Emisi dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas dan Chinese Society of Environmental Sciences (CSES) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi dan...

Kemenhut Dorong Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri untuk Swasembada Pangan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mendorong optimalisasi perhutanan sosial berbasis agroforestri sebagai salah satu instrumen utama mendukung swasembada pangan nasional, dengan tetap menjaga kelestarian hutan...

TOP STORIES

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Ecobiz.asia - Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus...

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan energi yang...