BUMA Dapat Kucuran BCA 250 Juta Dolar AS Untuk Diversifikasi Bisnis Ramah Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Bergabung dengan BNI dan Bank Mandiri untuk Mendukung Strategi Diversifikasi BUMA dengan Fasilitas Setara USD250 Juta

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group, IDX: DOID) memperoleh Fasilitas Akordion setara 250 juta dolar AS dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). 

Fasilitas multi-mata uang yang mencakup hingga 75 juta dolar AS dan Rp2,88 triliun ini memperkuat pembiayaan sindikasi BUMA yang sudah ada saat ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi keuangan yang lebih luas. 

Read also:  ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

Baca juga: KSI Mulai Produksi SGB dan ME-Kat 200, Katalis untuk Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Direktur Delta Dunia Group Iwan Fuad Salim mengatakan pihaknya terhormat atas dukungan berkelanjutan dari bank-bank terkemuka di Indonesia. 

“Keputusan BCA untuk bergabung dalam sindikasi ini semakin memperluas sumber keuangan kami dan memperkuat kepercayaan bank-bank terhadap rekam jejak dan strategi BUMA. Fasilitas yang diperluas ini memainkan peran kunci dalam strategi diversifikasi pembiayaan kami, meningkatkan kemampuan kami untuk mengelola sumber daya secara efektif, dan memastikan kemajuan yang berkelanjutan,” katanya, Kamis (27/2/2025).

Read also:  ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Sebelumnya BUMA mendapat dukungan fasilitasi pembiayaan BNI dan kemudian Bank Mandiri. Dengan bergabungnya BCA dalam sindikasi, total fasilitas ditingkatkan menjadi 1 miliar dolar AS, semakin menonjolkan keberhasilan BUMA dalam mendiversifikasi sumber pendanaan.

Fasilitas pembiayaan sindikasi awal senilai 750 dolar AS juta ini telah disusun secara strategis dalam dua tranches, memungkinkan BUMA untuk membiayai kembali utang dan pinjamannya, memberikan fleksibilitas keuangan hingga 2029. Pada saat yang sama, fasilitas pembiayaan ini akan digunakan untuk mendanai akuisisi transformatif, sebagai upaya diversifikasi bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Read also:  Pertamina Trans Kontinental Salurkan Bantuan Bencana di NTT, Pastikan Layanan Maritim Tetap Berjalan

Baca juga: IHC Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Lewat Vending Machine UCO, Bisa Dapat Saldo Digital

Direktur BUMA Silfanny Bahar, menambahkan fasilitas Akordion dari BCA memberikan pembiayaan yang lebih kuat kepada BUMA, memungkinkan BUMA untuk segera melaksanakan tindakan transformasi yang memanfaatkan peluang pasar saat ini. 

“Fasilitas ini juga menegaskan kembali komitmen kami untuk mempercepat kemajuan dan menciptakan nilai yang berarti bagi para pemangku kepentingan kami,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Ecobiz.asia — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Pembangkit...

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

TOP STORIES

Indonesia Terus Kembangkan CCS, Teknologi Dinilai Jadi Jembatan Transisi Energi

Ecobiz.asia — Indonesia mulai memasuki tahap implementasi dalam pengembangan carbon capture and storage (CCS), setelah sebelumnya berfokus pada penguatan regulasi. Pengembangan proyek kini diarahkan...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Ecobiz.asia — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Pembangkit...

Perusahaan Global Kejar Net Zero, Pasar Kredit Karbon Indonesia Terbuka Luas

Ecobiz.asia — Perubahan perilaku perusahaan global dalam mengejar target net zero berpotensi menjadi sumber baru permintaan kredit karbon, termasuk dari Indonesia. Wakil Ketua Indonesia Carbon...

Veritask: New Framework for Carbon Trading in the Waste Sector

On 12 August 2026, the Minister of Environment/Head of the Environmental Control Agency of the Republic of Indonesia enacted Regulation of the Minister of...