Buka Akses di Perdesaan, Kementerian ESDM Perluas Jaringan Listrik Bersih

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong percepatan penyediaan listrik di wilayah timur Indonesia melalui program listrik perdesaan. 

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyampaikan hal tersebut dalam acara “Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (MENTARI Day)” yang digelar di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Acara ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian ESDM dan Kedutaan Besar Inggris dalam pengembangan energi rendah karbon di Indonesia.

Baca juga: Kementerian ESDM Ungkap 146 Pembangkit Listrik Jadi Peserta Perdagangan Karbon

Fokus utama program listrik perdesaan adalah memperluas akses listrik di wilayah timur Indonesia, yang selama ini masih menjadi tantangan dalam pemerataan energi nasional.

Read also:  Kebutuhan Listrik Data Center Diproyeksi Tembus 32 GW pada 2032

“Kita akan dorong wilayah timur terlebih dahulu karena itu adalah wilayah ‘last mile’ yang perlu dipercepat dalam penyediaan listrik. Saat ini, anggarannya sedang disiapkan dan instrumen percepatannya sedang disusun,” ujar Dadan

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan transmisi baru sepanjang 49 ribu kilometer sirkuit (kms). 

Pembangunan ini bertujuan menyalurkan listrik bersih dari sumber energi terbarukan ke wilayah yang belum terjangkau permintaan.

Read also:  Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

Dadan menekankan pentingnya pemerataan akses energi sebagai fondasi transisi energi yang adil dan berkelanjutan. 

Baca juga: Percepat Transisi Energi, Pemerintah Fokus Realokasi Anggaran dan Reduksi Subsidi 

“Transisi energi harus dimulai dengan keadilan. Setelah akses tersedia secara merata, barulah unsur keberlanjutannya bisa kita dorong lebih jauh,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Inggris atas kerja sama yang terjalin melalui Program MENTARI. 

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari negara sahabat, terutama Inggris. Kerja sama ini memungkinkan kita maju bersama dan memperoleh manfaat secara kolektif,” ujarnya.

Read also:  Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Program MENTARI merupakan inisiatif kerja sama pengembangan energi rendah karbon yang telah berlangsung sejak 2020 dan saat ini memasuki tahap kedua. Pada fase pertama (2020–2024), program ini lahir dari nota kesepahaman antara Kementerian ESDM dan Foreign and Commonwealth Office Inggris. Kerja sama tersebut telah diperpanjang hingga 2027.

Pada fase lanjutan, MENTARI tahap 2 diharapkan dapat melanjutkan praktik terbaik dari fase sebelumnya, sekaligus mendukung pencapaian target iklim dan energi Indonesia melalui kemitraan global yang lebih kuat dan responsif terhadap isu sosial serta lingkungan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...