BSI Gandeng BASE Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Menuju NZE 2060

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek hemat energi melalui skema pembiayaan yang lebih terukur dan berisiko rendah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengadopsi model de-risking pembiayaan efisiensi energi. Skema ini mengombinasikan penggunaan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi kinerja (surety bond) melalui mekanisme Energy Savings Insurance (ESI).

Read also:  Geoflowtest PGE Sabet Tiga Penghargaan Internasional Inovasi Panas Bumi di IPITEx 2026

MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. Penandatanganan disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kerja sama ini menjadi bagian dari program UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), yakni skema pendanaan kerja sama internasional antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia yang bertujuan mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Read also:  PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, inisiatif ESI diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan produk pembiayaan hijau, sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance ini, kami berharap dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Bob, dalam keterangannya Rabu (7/1/2026).

Read also:  Perkuat Fondasi Hijau, Pertamina Terapkan Standar Keberlanjutan Global untuk Amankan Bisnis Jangka Panjang

Menurut Bob, kerja sama dengan BASE juga mencerminkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis, khususnya pada pembiayaan berkelanjutan.

Hingga September 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI tercatat mencapai 24,60 persen dari total pembiayaan atau senilai Rp73,16 triliun.

Selain itu, BSI telah menerbitkan Sukuk Sustainability dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp3 triliun pada 2024 dan Rp5 triliun pada 2025 ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Hadirkan Green Terminal di Cilegon, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur hilir energi nasional dengan menginisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Fasilitas strategis yang...

ABB Motion Dorong Kolaborasi Industri–Kampus untuk Siapkan Talenta Teknik Masa Depan

Ecobiz.asia — ABB Motion memperkuat kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi melalui program ABB Motion Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menyasar pengembangan talenta...

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...