BSI Gandeng BASE Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Menuju NZE 2060

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek hemat energi melalui skema pembiayaan yang lebih terukur dan berisiko rendah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengadopsi model de-risking pembiayaan efisiensi energi. Skema ini mengombinasikan penggunaan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi kinerja (surety bond) melalui mekanisme Energy Savings Insurance (ESI).

Read also:  Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. Penandatanganan disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kerja sama ini menjadi bagian dari program UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), yakni skema pendanaan kerja sama internasional antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia yang bertujuan mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Read also:  PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, inisiatif ESI diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan produk pembiayaan hijau, sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance ini, kami berharap dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Bob, dalam keterangannya Rabu (7/1/2026).

Read also:  Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Menurut Bob, kerja sama dengan BASE juga mencerminkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis, khususnya pada pembiayaan berkelanjutan.

Hingga September 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI tercatat mencapai 24,60 persen dari total pembiayaan atau senilai Rp73,16 triliun.

Selain itu, BSI telah menerbitkan Sukuk Sustainability dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp3 triliun pada 2024 dan Rp5 triliun pada 2025 ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Ecobiz.asia -- Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)...

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...