ACGF Himpun Lebih dari 11 Miliar Dolar AS untuk Infrastruktur Berkelanjutan di Asia Tenggara

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — ASEAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF) telah memobilisasi pembiayaan lebih dari US$11 miliar untuk proyek infrastruktur berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Fasilitas ini didukung ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dan dikoordinasikan oleh Asian Development Bank (ADB).

Capaian tersebut disampaikan setelah berakhirnya pertemuan dua tahunan Dewan AIF dan Mitra ACGF, yang mempertemukan kementerian keuangan negara-negara ASEAN serta 10 mitra pembangunan global untuk meninjau kemajuan program dan membahas pipeline proyek hijau yang siap didanai.

Read also:  El Nino Lalap 81.000 Hektare Lahan, Semua Pihak Diminta Siaga Hadapi Puncak Karhutla Juli-Oktober

Demikian dikutip Ecobiz.asia dari petromindo.com, Kamis (29/1/2026).

ACGF menyebutkan model kemitraan yang dikembangkan telah mendukung pembiayaan katalitik bagi 19 sovereign projects di kawasan, dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur hijau dan berketahanan iklim.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya kerangka pembiayaan berkelanjutan yang jelas dan kredibel untuk menarik minat investor.

ACGF mencatat, instrumen seperti ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance kini semakin diterapkan secara praktis, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong aliran pendanaan yang lebih besar ke sektor infrastruktur.

Read also:  Perdagangan Gading Gajah Ilegal di Bali Terungkap Lewat Patroli Siber Kemenhut

Para peserta juga menyoroti perlunya memperlakukan risiko iklim sebagai faktor utama investasi, bukan sekadar biaya tambahan. Asuransi bencana dan iklim untuk aset infrastruktur dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal di kawasan, meskipun memiliki potensi besar dalam mengelola risiko fiskal, melindungi aset, dan meningkatkan kelayakan proyek dalam jangka panjang.

Selain itu, forum tersebut menegaskan bahwa risiko iklim juga merupakan risiko fiskal bagi pemerintah. Melalui ASEAN Climate Finance Policy Platform, kementerian keuangan di kawasan didorong untuk mengintegrasikan pertimbangan pembiayaan iklim ke dalam kebijakan fiskal guna memperkuat aksi yang lebih terkoordinasi dan berskala regional.

Read also:  P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ke depan, ACGF menyatakan bahwa prioritas dalam AIF Action Plan 2025–2028 meliputi peningkatan kesiapan proyek, penyaluran pembiayaan katalitik secara lebih strategis, serta penguatan koordinasi regional untuk mempercepat implementasi proyek infrastruktur berkelanjutan di ASEAN. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...

Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat pembangunan sekat kanal, menjaga tata kelola air gambut, serta membangun budaya...

El Nino Lalap 81.000 Hektare Lahan, Semua Pihak Diminta Siaga Hadapi Puncak Karhutla Juli-Oktober

Ecobiz.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan sekitar 81.000 hektare lahan di Indonesia hingga Mei 2026. Luasan tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah...

Antisipasi El Nino dan Siklus 4 Tahunan, Pemerintah Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau lebih awal...

Wamenhut Gandeng Tokoh Dunia Kembangkan Skema Pembiayaan Taman Nasional Konservasi

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki membahas pengembangan pembiayaan inovatif untuk pengelolaan taman nasional dan konservasi spesies ikonik saat menerima sejumlah tokoh global...

TOP STORIES

Agrinas Palma, South Korean Consortium Explore Green Energy Development from Palm Waste

Ecobiz.asia — Indonesia's state-owned plantation company PT Agrinas Palma Nusantara is exploring a partnership with a South Korean consortium to develop green energy and...

Indonesia, Malaysia and Thailand Advance Joint Environmental Agenda at IMT-GT Meeting

Ecobiz.asia — Indonesia, Malaysia and Thailand have reaffirmed their commitment to strengthening regional cooperation on climate resilience and environmental sustainability, with a renewed focus...

Indonesia Needs Policy and Infrastructure Breakthrough to Decarbonize Truck Fleet

Ecobiz.asia — Indonesia could dramatically reduce transport emissions, strengthen energy security and save trillions of rupiah in fuel subsidies by electrifying its freight truck...

ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk kembali terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026, yakni Indeks SRI-KEHATI,...

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...