Menhut Mulai Program Reintroduksi Banteng Jawa di Cagar Alam Pangandaran, Sempat Punah Akibat Letusan Gunung Galunggung 

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni melepas empat ekor Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus) di Cagar Alam (CA) Pananjung Pangandaran, Jawa Barat, Rabu, 11 Desember 2024.

Pelepasliaran ini sebagai upaya reintroduksi satwa banteng jawa yang secara alami pernah ada di lokasi CA Pananjung, namun pernah dinyatakan punah dilokasi tersebut. 

“Reintroduksi ini tentu bermaksud untuk menjaga populasi banteng. Yang merupakan sebuah spesies yang unik yang dapat kita kembangkan kembali terutama di Pangandaran ini,” ujar Menhut Raja Juli.

Baca juga: Bangun Rumah Penyu, PHE ONWJ Dukung Pelestarian Satwa Dilindungi Penyu Sisik

Keberadaan banteng di CA Pananjung Pangandaran mulai diinveentarisasi pada tahun 1979, dimana terdapat 60-90 individu. Namun material alam berupa abu vulkanik hasil letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982-1983 telah menyebabkan tertutupnya padang savana yang menjadi lokasi pakan banteng, sehingga menyebabkan menurunnya populasi banteng di CA Pananjung Pangandaran hingga akhirnya populasi terakhir dijumpai pada tahun 2003. 

Oleh karena itu Reintroduksi Banteng Jawa ke CA Pananjung Pangandaran adalah untuk meningkatkan populasi Banteng Jawa dengan keragaman genetik yang lebih baik dari populasi terpisah yang ada di beberapa Taman Nasional di Jawa.

Bupati Kabupaten Pengandaran Jeje Wiradinata menyambut baik upaya reintroduksi Banteng jawa yang dilakukan Kementerian Kehutanan bersama para pihak di CA Penanjung Pengandaran. 

Ia menilai upaya reintroduksi ini akan berpengaruh positif pada perbaikan ekosistem, juga akan semakin meningkat kunjungan wisata di Pengandaran.

“Reintroduksi banteng di Pangandaran ini tentu akan menambah satu destinasi wisata yang akan menambah kunjungan wisatawan di Pangandaran,” ujar Bupati Jeje.

Baca juga: Manfaatkan Smart Patrol, Tim Rimba Satwa Foundation Bantu Pencegahan Gajah Sumatra Liar Masuk Jalan Tol

Lebih lanjut untuk memastikan keberhasilan program reintroduksi, Kemenhut dan para pihak telah melakukan berbagai persiapan penting. Diantaranya kajian kesesuaian habitat dan ruang untuk mengukur daya dukung serta daya tampung kawasan terhadap populasi, pemulihan ekosistem padang rumput seluas ±7,12 Ha terdiri atas ±6,05 Ha di blok Cikamal dan ±1,07 Ha di blok Nangorak, FGD untuk membangun dukungan publik/ masyarakat dengan meningkatkan kerjasama parapihak, pembuatan kandang habituasi dan penyiapan feeding ground berupa penanaman rumput pakan dan penyiapan areal lainnya.

Satwa Banteng Jawa yang direintroduksi ke CA Pananjung Pangandaran sebanyak dua pasang atau empat individu. Rinciannya berasal dari lembaga konservasi PT. Taman Safari Indonesia I Bogor sebanyak 1 individu berjenis kelamin betina, PT. Taman Safari Indonesia II Prigen sebanyak 1 individu berjenis kelamin betina dan PT. Taman Safari Indonesia III Gianyar Bali sebanyak 2 individu berjenis kelamin jantan. 

Seluruh Banteng Jawa yang direintroduksi merupakan hasil dari keberhasilan program pengembangbiakan terkontrol pada Lembaga Konservasi Umum khususnya PT. Taman Safari Indonesia. 

Sebagai informasi, Cagar Alam Pananjung Pangandaran merupakan kawasan konservasi yang memiliki luas ±454,62 Ha dan ditopang oleh kawasan Taman Wisata Alam seluas ±34,32 Ha. Kawasan ini berada dibawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Konservasi Ekosistem Perairan, Agincourt Resources Tebar Puluhan Ribu Bibit Ikan di Lubuk Larangan

 

Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus) memiliki sebaran alami di Pulau Jawa. Saat ini populasi alami Banteng Jawa ada di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, dan Taman Nasional Alas Purwo.  

Banteng Jawa juga dapat dijumpai di beberapa Lembaga Konservasi di Indonesia terutama di Taman Safari Indonesia dan telah berhasil melakukan program pengembangbiakan. Secara kesesuaian habitat, CA Pananjung Pangandaran sangat baik untuk tempat berkembang biak Banteng Jawa. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

AIIB, KfW Coordinate $850 Million in Climate Resilience Financing for Indonesia

Ecobiz.asia – The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) and Germany’s KfW Development Bank are coordinating up to US$850 million in financing to support Indonesia’s...

Riau Seeks Faster ART-TREES Registration as International Carbon Buyers Await

Ecobiz.asia – Indonesia’s Riau provincial government is urging the central government to accelerate registration of its GREEN for Riau forest carbon program under the...

Potensi Dana Karbon Riau Besar, Konservasi Gambut dan Satwa Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Potensi pendanaan dari pasar karbon berbasis hutan dan gambut di Riau perlu diiringi perlindungan ekosistem, termasuk pemulihan gambut dan konservasi satwa liar....

Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik...

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...