Investor Malaysia Bangun Pabrik Pengolah Sampah Senilai 200 Juta Dolar AS di Jawa Tengah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Investor asal Malaysia, PT Green Java Solution, menggandeng PT Maju Selaras Sejahtera untuk membangun pabrik pengolahan limbah plastik dan elektronik senilai 200 juta dolar AS di Jawa Tengah. Fasilitas seluas 80 hektare ini ditargetkan mulai dibangun pada Desember 2025 dan menjadi salah satu investasi hijau terbesar di provinsi tersebut.

Kesepakatan kerja sama kedua perusahaan itu ditandatangani di Hotel Padma, Semarang, Jumat (7/11/2025), dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno.

Read also:  PHR Raih Gold Award EPSA 2026 melalui Inovasi Bioremediasi Ramah Lingkungan

“Investasi ini akan menjadi pemicu masuknya investor lain ke Jawa Tengah. Selain menjaga lingkungan, industri ini diharapkan menyerap ribuan tenaga kerja,” kata Sumarno.

Direktur PT Green Java Solution, Nicholas, mengatakan pabrik tersebut dirancang mampu mengelola hingga 100 juta ton limbah per tahun dan menyerap 3.500 tenaga kerja. “Kami ingin membawa teknologi pengolahan sampah berstandar internasional untuk mendukung ekonomi sirkular di Indonesia,” ujarnya.

Read also:  PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Sementara itu, Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, menegaskan kemitraan ini menjadi langkah strategis memperkuat investasi dan perdagangan di Jawa Tengah. “Kami ingin menjadikan proyek ini sebagai katalis pertumbuhan ekonomi hijau dan pembuka lapangan kerja baru,” katanya.

Proyek bersama tersebut mencakup aspek investasi, pembiayaan, konstruksi, hingga operasional, dengan visi menjadikan kawasan itu pusat teknologi lingkungan dan infrastruktur hijau berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Selain memperkuat pengelolaan sampah, pabrik ini juga ditujukan untuk mendukung upaya dekarbonisasi dan pengembangan ekonomi sirkular nasional. *** (Putra Rama Febrian)

Read also:  PGN Perluas Pasar Gas Bumi, Andalkan CNG hingga Pasokan Baru

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

TOP STORIES

Isometric Enters Avoided Deforestation. A New Protocol Takes Aim at Carbon Credit Integrity

Ecobiz.asia – Carbon credit certifier Isometric has expanded into avoided deforestation, introducing a new protocol designed to address concerns over the credibility of avoided...

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...