Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan teknologi energi bersih mulai dari gas bumi, biometana, tenaga surya, sistem penyimpanan listrik hingga hidrogen.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi tenant sekaligus menekan emisi dari kegiatan industri. Memasuki 2027, kedua perusahaan akan mengembangkan sejumlah alternatif energi, termasuk hidrogen, biometana, dan potensi panas bumi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan pengembangan tersebut akan menjadi fokus lanjutan kerja sama Pertamina dan Jababeka.

“Memasuki 2027, kami fokus mengembangkan alternatif energi hijau lain, seperti hidrogen, biometana, hingga potensi panas bumi,” ujar Agung di Bekasi, Selasa (22/9/2026).

Read also:  Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Selain itu, kerja sama mencakup pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC, panel surya, Battery Energy Storage System (BESS), dan kredit karbon. Kedua pihak juga menjajaki pemanfaatan hidrogen hijau untuk mendukung kebutuhan industri dan transportasi rendah karbon melalui konsep kawasan berbasis transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD).

Sejumlah tenant Jababeka mulai melakukan investasi untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Hingga September 2026, sebanyak 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah memasang PLTS atap dengan total kapasitas 14,5 MWp.

Salah satu proyek yang dikembangkan Jababeka bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) adalah PLTS atap berkapasitas 230 kilowatt peak (kWp) di fasilitas water treatment plant (WTP) Jababeka. Sejak beroperasi pada 2023, PLTS tersebut telah menghasilkan 858,21 megawatt hour (MWh) listrik dan disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 734 ton CO2e.

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Agung mengatakan sejumlah tenant juga mulai mengembangkan sumber energi rendah emisi lainnya. Unilever, misalnya, mengembangkan biometana sebagai sumber gas bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sementara Astemo telah meningkatkan kapasitas PLTS atapnya dari sekitar 1,2 MW menjadi lebih dari 2 MW.

“Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenant dalam melakukan dekarbonisasi,” ujar Agung.

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan pengembangan kawasan industri Jababeka sejak awal diarahkan pada konsep eko-industri dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi.

Read also:  Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Saat ini, kawasan tersebut dihuni sekitar 2.000 perusahaan dari 36 negara. Infrastruktur yang tersedia antara lain pembangkit listrik berbasis gas, fasilitas pengolahan air permukaan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu, serta dry port.

Menurut Didik, pengembangan energi bersih menjadi bagian dari kebutuhan kawasan seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan dari perusahaan yang beroperasi di dalamnya.

Ke depan, Pertamina juga akan mendukung pengembangan pengolahan limbah menjadi energi. Gas yang dihasilkan dari limbah akan dijajaki untuk diolah lebih lanjut menjadi hidrogen yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri maupun transportasi di kawasan Jababeka. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...