Tekan Emisi Migas, PHE Kembangkan Teknologi CCS Berkapasitas penyimpanan mencapai 7,3 Gigaton CO2

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan energi nasional melalui pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon di sektor hulu minyak dan gas.

“CCS adalah salah satu solusi potensial untuk mengurangi emisi karbon,” ujar Direktur Keuangan & Investasi PHE, Dannif Utojo Danusaputro, dalam forum Financial Times and Nikkei Energy Transition Summit Asia bertema Carbon Capture and Storage, A Critical Tool for Asia’s Decarbonisation yang digelar di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Read also:  PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Menurut Dannif, pengembangan teknologi CCS membutuhkan investasi yang ambisius dan berkelanjutan. Kunci keberhasilan terletak pada komersialisasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. 

Baca juga: EMP Rencanakan Proyek CCS dan CCUS di Aceh

Selain manfaat dekarbonisasi, teknologi ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan pembangunan infrastruktur.

Read also:  Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Saat ini, PHE memiliki 11 portofolio studi CCS/CCUS dengan potensi kapasitas penyimpanan mencapai 7,3 gigaton CO₂. 

Studi ini dijalankan di berbagai wilayah operasi Subholding Upstream dan melibatkan kerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah dalam proses kajian dan evaluasi.

Pengembangan CCS merupakan bagian dari strategi PHE dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Read also:  Elnusa Realisasikan 35% CAPEX Rp602 Miliar hingga Semester I 2026

Baca juga: Jadi Solusi Dekarbonisasi, Indonesia Kebut Implementasi Teknologi CCS

Selain itu, perusahaan juga menegaskan komitmen terhadap tata kelola yang bersih melalui kebijakan Zero Tolerance on Bribery, termasuk implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bersertifikat ISO 37001:2016.

PHE akan terus berinvestasi pada operasional dan pengembangan bisnis migas secara profesional dan berkelanjutan untuk mendukung target swasembada energi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

TOP STORIES

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

Isometric Enters Avoided Deforestation. A New Protocol Takes Aim at Carbon Credit Integrity

Ecobiz.asia – Carbon credit certifier Isometric has expanded into avoided deforestation, introducing a new protocol designed to address concerns over the credibility of avoided...

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...