Elnusa dan Keyfield Offshore Jalin Kemitraan Strategis untuk Perkuat Armada Maritim Migas Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (Elnusa), melalui entitas anak usahanya PT Elnusa Trans Samudera (ETSA), menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan PT Keyfield Offshore, sebagai langkah konkret memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkuat posisi di industri maritim migas nasional.

Kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi ETSA untuk menghadirkan layanan logistik laut dan dukungan operasi migas yang lebih andal dan berdaya saing tinggi.

Baca juga: Dukung Ketahanan Energi Nasional, Elnusa Rampungkan Survei Seismik 3D Lisaman

Dalam kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen menjajaki peluang sinergi yang dapat memperluas pasar bisnis secara saling menguntungkan, khususnya dalam mendukung kegiatan operasional sektor energi di Indonesia.

Read also:  Bahlil Assures No Increase in Subsidized Fuel Prices through End-2026

Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, dalam sambutannya menyampaikan, “Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dan momentum penting dalam memperkuat sinergi di sektor jasa marine & offshore service, khususnya dalam mendukung operasional dan pengembangan layanan offshore yang semakin kompleks dan menantang.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PT Elnusa Tbk memiliki komitmen kuat untuk terus memperluas kapabilitas layanan, termasuk melalui anak usaha kami, ETSA, yang berperan penting dalam mendukung industri maritim nasional,” kata Bachtiar.

Kemitraan strategis ini juga mencakup potensi transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta peluang perluasan pasar hingga ke ranah internasional. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang ETSA untuk menjadi penyedia jasa maritim terdepan yang mampu bersaing di tingkat global.

Read also:  Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Chief Executive Officer Grup dan Direktur Eksekutif Keyfield, Dato’ Darren Kee, menyatakan, “Bersama ETSA, kami bertekad untuk menghadirkan layanan kapal yang andal dan sesuai dengan kebutuhan sektor lepas pantai Indonesia yang dinamis.

Kombinasi keahlian teknis dan armada Keyfield dengan wawasan serta jangkauan pasar lokal ETSA, akan memperkuat kolaborasi dalam menyediakan solusi layanan maritim yang komprehensif di salah satu pasar energi paling dinamis di Asia Tenggara,” ungkap Darren.

Baca juga: Implementasi ISO 55001, Elnusa Perkuat Keandalan dan Ketahanan Peralatan Operasional

Read also:  BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Bachtiar menambahkan kolaborasi ini bukan hanya sekadar kesepakatan bisnis, namun juga wujud kepercayaan dan kesamaan visi untuk tumbuh bersama melalui kerja sama yang saling menguatkan. “Kami berharap kemitraan ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan, baik dari sisi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, maupun kualitas layanan yang lebih unggul,” tambah Bachtiar.

Melalui inisiatif ini, ETSA tidak hanya mempertegas posisi sebagai perusahaan jasa marine & offshore support service, tetapi juga menjadi katalis sinergi antara industri nasional dan mitra global dalam mendorong efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan energi Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...