Inovasi Paranje, Upaya PHE ONWJ Pulihkan Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Tangkolak Karawang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Belasan laki-laki berkumpul di pinggir muara sungai, Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Karawang. Di bawah sengat matahari pantai utara Jawa, mereka mengalirkan adukan semen ke dalam sebuah cetakan berbentuk kubah, dengan beberapa lubang di permukaannya, berdiameter kira-kira 0,5 meter, dengan tinggi sekitar 1 meter. Dilihat sekilas, cetakan-cetakan itu mirip kurungan ayam. Warga lokal menyebutnya paranje. 

Perlu waktu empat minggu supaya cetakan ini mengering dan menjadi paranje. Modul Paranje dirancang sebagai rumah bagi terumbu karang. Paranje berfungsi sebagai karang buatan yang dapat membantu terumbu karang menempel dan tumbuh. Lubang-lubang di permukaan memungkinkan sirkulasi nutrisi dan oksigen bagi pertumbuhan terumbu karang. Lubang ini juga memungkinan struktur paranje stabil, mengurangi risiko paranje terangkat ke atas akibat arus bawah laut. 

Baca juga: PHE ONWJ Gandeng Tiga Korporasi Korea Kembangkan CCS, Tangkap dan Simpan Karbon

Ketika sudah mengering, bobot mati paranje berkisar antara 70 sampai 80 kilogram. Perlu dua orang dewasa untuk mengangkatnya ke perahu, dan tambahan orang untuk menenggelamkan paranje ke dasar laut. 

Read also:  PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Perairan Indonesia dikenal kaya akan terumbu karang, termasuk di wilayah pantai utara Jawa. Pantai Tangkolak, yang terletak di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang merupakan salah satu titik yang dulunya kaya akan terumbu karang. Ada enam titik snorkeling dan diving di sini, yakni Karang Sedulang Besar, Sedulang Kecil, Pulau Pasir, Karang Kapal, dan Karang Bui. 

Sayangnya, kondisinya tidak terjaga. Warna terumbu karang yang cerah perlahan memutih, menandakan kondisi yang sudah rusak. Kerusakan ini mengancam keanekaragaman hayati dan ekosistem laut yang bergantung pada terumbu karang. 

Modul paranje yang dibuat warga Desa Sukakerta merupakan inovasi yang dirancang Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam program Otak Jawara, akronim dari Orang Asuh Karang di Laut Utara Jakarta dan Jawa Barat. Fokus program ini adalah untuk memulihkan kondisi terumbu karang dan melestarikan habibat di ekosistem tersebut. 

Read also:  Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

PHE ONWJ terus memperbanyak transplantasi terumbu karang, dengan total 100 paranje. Selama empat tahun terakhir, sebanyak 413 buah paranje telah diturunkan di dasar laut Pantai Tangkolak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah mengapresiasi langkah PHE ONWJ. “Kami, Pemerintah Daerah, sangat mendukung inisiatif PHE ONWJ, dan berharap melalui program ini ekosistem terumbu karang dapat pulih kembali,” kata Hermansyah saat mengunjungi Pantai Tangkolak, Karawang. 

Sementara itu terpisah, General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama, mengatakan, kerusakan ekosistem terumbu karang yang terjadi di Pantai Tangkolak memicu keprihatinan PHE ONWJ untuk melestarikan lingkungan, khususnya terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

Baca juga: Inovasi NanoTek PHE ONWJ untuk Operasi Migas yang Lebih Selamat, Tekan Potensi Kerugian Miliaran Rupiah

Read also:  Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

“Pembuatan paranje transplantasi terumbu karang ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan dan melestarikan ekosistem laut. Dengan tambahan 100 paranje baru, kami bermaksud mempercepat proses pemulihan terumbu karang yang rusak. Program ini juga menjadi wujud nyata dari komitmen PHE ONWJ dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut,” kata Wira. 

Wira menegaskan, PHE ONWJ tidak sendirian dalam menjalankan program ini. Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan. Ke depan, program Otak Jawara diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model pelestarian lingkungan yang dapat direplikasi di daerah lain.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat setempat, sehingga mereka dapat menjadi penjaga dan pelindung ekosistem laut di wilayah mereka,” tutupnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Ecobiz.asia -- Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)...

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...