Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperketat persyaratan keselamatan, integritas, dan kompetensi bagi mitra penyedia barang dan jasa untuk mendukung keandalan operasional di industri energi. Seluruh pemasok diwajibkan memenuhi ketentuan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina, termasuk penerapan Contractor Safety Management System (CSMS) sesuai ruang lingkup pekerjaan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Supplier Excellence Forum 2026 bertema “Supply Chain Excellence Starts with Safety” di Grha Pertamina, Jakarta. Forum ini diikuti 240 peserta dari kalangan mitra kerja, unit bisnis internal, dan undangan lainnya.
Direktur Utama PDC Hery Lesmana mengatakan mitra penyedia barang dan jasa memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Menurut dia, keunggulan rantai pasok tidak hanya diukur dari efisiensi biaya dan ketepatan waktu, tetapi juga kualitas pekerjaan, keselamatan, dan integritas bisnis.
“Bagi kami, mitra kerja bukan sekadar penyedia barang dan jasa, melainkan bagian penting dari keberhasilan operasional perusahaan. Efisiensi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan keselamatan maupun prinsip tata kelola yang baik,” ujar Hery dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/11/2026).
Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) Kristian Rizki Wahyu Permana menambahkan, efisiensi pengadaan harus berjalan seiring dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja, kata dia, tidak boleh dikompromikan dalam upaya meningkatkan kinerja rantai pasok.
Manager Supply Chain Management PDC Syahrul Ahyar mengatakan Supplier Excellence Forum merupakan pengembangan dari agenda tahunan Vendor Day yang diselenggarakan sejak 2022. Forum tersebut diarahkan untuk mendorong pemasok menjadi mitra strategis perusahaan.
“Kami ingin mendorong para supplier untuk tidak hanya mampu menyediakan barang dan jasa secara kompetitif, tetapi juga menjunjung integritas, meningkatkan kualitas layanan, dan konsisten menerapkan standar keselamatan yang dipersyaratkan,” kata Syahrul.
Dalam forum tersebut, PDC juga menyampaikan sejumlah aspek yang harus dipenuhi mitra, mulai dari ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Good Corporate Governance (GCG), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), hingga ketentuan kontrak pengadaan. Penerapan CSMS menjadi bagian dari pengelolaan risiko keselamatan dalam pekerjaan yang dilakukan mitra.
Selain itu, pembahasan mencakup pengembangan pemasok, indikator kinerja HSSE, serta proses pendaftaran dan pemutakhiran data vendor melalui sistem iVendor Pertamina. Chairman World Safety Organization (WSO) Indonesia Soehatman Ramli turut memberikan materi mengenai budaya keselamatan kerja.
Pada kesempatan tersebut, PDC memberikan penghargaan kepada tiga mitra. PT Catur Inti Chemical menerima penghargaan Best HSSE Performance, PT Mitra Bisnis Sarana meraih Best CSMS Cycle Implementation, sedangkan PT Surya Pilar Perkasa memperoleh penghargaan Best Performing Vendor. ***




