Hexagon Soroti Pemanfaatan Data untuk Kurangi Pemborosan Bahan Bakar Tambang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Penambahan truk angkut belum tentu meningkatkan produktivitas tambang jika sumber hambatan operasional tidak diketahui. Pemanfaatan data untuk memantau waktu antre, muatan, dan pergerakan armada justru dapat membantu perusahaan mengurangi pemborosan bahan bakar sekaligus menekan biaya produksi.

Senior Business Development Manager Hexagon Mufrod Feriyanto mengatakan, rendahnya produktivitas tambang tidak selalu disebabkan kekurangan kendaraan angkut. Hambatan juga dapat terjadi pada area pemuatan, termasuk akibat ukuran pecahan material hasil peledakan yang memengaruhi pekerjaan ekskavator.

Hal tersebut disampaikan Mufrod dalam sesi Executive Dialogue bertema “Transformasi Teknologi dan Digitalisasi untuk Mewujudkan Operasi Pertambangan yang Cerdas, Produktif, dan Berkelanjutan” pada Minerba Convex di Jakarta, Selasa (4/11/2026).

Menurut dia, penambahan truk tanpa mengetahui sumber hambatan justru berpotensi memperpanjang antrean, terutama jika jumlah kendaraan sudah melampaui kemampuan ekskavator dalam memuat material.

Read also:  ASCOPE Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional, dari Hulu Migas hingga CCS/CCUS

Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, perusahaan dapat menggunakan sistem pengelolaan armada atau fleet management system (FMS). Sistem ini memantau kecepatan truk, muatan setiap perjalanan, waktu penempatan kendaraan sebelum dimuat, hingga durasi antrean di area pemuatan.

Data tersebut digunakan untuk menemukan aktivitas yang tidak produktif dan menentukan perbaikan sesuai kondisi lapangan.

Mufrod menekankan penerapan teknologi perlu disertai sasaran yang jelas dan ukuran keberhasilan yang disepakati perusahaan tambang bersama penyedia teknologi.

“Jadi investasinya terukur, nanti adopsinya juga optimal, dan juga return yang diharapkan bisa kita realisasikan bersama,” kata Mufrod.

Ia mencontohkan penerapan teknologi Hexagon di tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi. Berdasarkan evaluasi selama enam bulan, Mufrod menyebut penerapan teknologi tersebut mampu menurunkan biaya operasional sebesar 14 persen.

Ia juga mengatakan perusahaan dapat menghasilkan tonase yang sama dengan konsumsi bahan bakar lebih rendah. Pengurangan konsumsi bahan bakar tersebut turut berdampak pada penurunan emisi.

Read also:  PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Penerapan teknologi di Tujuh Bukit tidak hanya mencakup pengelolaan armada, tetapi juga pengeboran, pengukuran pergeseran material setelah peledakan, dan penggalian presisi.

Pada tahap pengeboran, sistem membantu alat mengikuti posisi, sudut, dan kedalaman sesuai rancangan. Data hasil pengeboran kemudian digunakan untuk mengevaluasi pekerjaan.

Setelah peledakan, perusahaan mengukur pergeseran material untuk memperbarui batas penggalian. Operator ekskavator menggunakan peta digital di dalam kabin untuk membedakan bijih berkadar tinggi, bijih berkadar rendah, dan material buangan.

Menurut Mufrod, sistem tersebut membantu mengurangi pencampuran bijih dengan material yang tidak diinginkan sekaligus meningkatkan ketepatan penggalian.

Ia mengatakan penerapan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi setiap tambang. Kajian bersama diperlukan untuk mengidentifikasi persoalan operasional, kesiapan jaringan, serta perubahan prosedur kerja sebelum sistem digunakan.

Read also:  Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

Keterbukaan data juga dapat membantu pemilik tambang dan kontraktor mengetahui penyebab target produksi tidak tercapai. Mufrod mencontohkan sebuah tambang emas yang melibatkan tiga kontraktor dan menggunakan sistem pengelolaan armada secara terpusat.

Melalui sistem tersebut, data produksi dan produktivitas masing-masing kontraktor dapat dipantau bersama. Dengan demikian, hambatan dapat ditelusuri, baik yang berasal dari pengoperasian alat maupun kondisi jalan dan material.

Mufrod mengatakan pendampingan penyedia teknologi perlu berlanjut setelah sistem dipasang. Pelatihan pekerja, pembagian tugas, penyesuaian prosedur, dan evaluasi diperlukan agar data dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan operasional.

Ia juga menilai kepercayaan pekerja terhadap ketepatan pengukuran perlu dibangun. Hasil sistem baru perlu dibandingkan dengan metode sebelumnya agar pekerja memahami dasar pengukuran kinerja yang digunakan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PAMA Soroti Kesiapan Jaringan Listrik untuk Elektrifikasi Tambang

Ecobiz.asia – Elektrifikasi dan digitalisasi pertambangan membutuhkan dukungan jaringan listrik, infrastruktur, serta investasi yang memadai. Ketersediaan alat berat listrik dan teknologi digital tidak akan...

SESNA Targetkan PLTS 262 MWp di Morowali Beroperasi Awal 2027, Pasok Listrik Hijau Industri Nikel

Ecobiz.asia – PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) menargetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 262 megawatt-peak (MWp) di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah,...

Freeport Operasikan 189 Alat Tambang Bawah Tanah dari Jarak Jauh, Tekan Risiko Kecelakaan

Ecobiz.asia – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengoperasikan 189 peralatan tambang bawah tanah dengan sistem kendali jarak jauh untuk mengurangi paparan pekerja terhadap area berbahaya....

Jelang 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Pacu Pengembangan Kapasitas Menuju 1 GW

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pengembangan proyek panas bumi untuk meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri (own operation) menjadi...

PLN Jajaki Pembiayaan Australia untuk Perkuat Jaringan Listrik Jawa Timur dan Bali

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menjajaki dukungan pembiayaan dari Pemerintah Australia untuk proyek penguatan jaringan listrik Jawa Timur dan Bali. Kerja sama tersebut mencakup...

TOP STORIES

PAMA Soroti Kesiapan Jaringan Listrik untuk Elektrifikasi Tambang

Ecobiz.asia – Elektrifikasi dan digitalisasi pertambangan membutuhkan dukungan jaringan listrik, infrastruktur, serta investasi yang memadai. Ketersediaan alat berat listrik dan teknologi digital tidak akan...

Kemenhut Bongkar ‘Pencucian’ Kayu Merbau Ilegal, 23 Kontainer Senilai Rp20,9 Miliar Diamankan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengamankan 23 kontainer berisi kayu gergajian jenis merbau asal Nabire, Papua Tengah, di Terminal Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya....

LiuGong Sebut Alat Berat Listrik Hemat Energi hingga 70%, Infrastruktur Tambang Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Penggunaan alat berat listrik di sektor pertambangan berpotensi menekan biaya energi hingga 50–70 persen dibandingkan alat berbahan bakar diesel. Namun, penerapannya masih...

SESNA Targetkan PLTS 262 MWp di Morowali Beroperasi Awal 2027, Pasok Listrik Hijau Industri Nikel

Ecobiz.asia – PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) menargetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 262 megawatt-peak (MWp) di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah,...

Freeport Operasikan 189 Alat Tambang Bawah Tanah dari Jarak Jauh, Tekan Risiko Kecelakaan

Ecobiz.asia – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengoperasikan 189 peralatan tambang bawah tanah dengan sistem kendali jarak jauh untuk mengurangi paparan pekerja terhadap area berbahaya....