PLN Jajaki Pembiayaan Australia untuk Perkuat Jaringan Listrik Jawa Timur dan Bali

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menjajaki dukungan pembiayaan dari Pemerintah Australia untuk proyek penguatan jaringan listrik Jawa Timur dan Bali. Kerja sama tersebut mencakup pembangunan infrastruktur transmisi dan gardu induk, pengembangan teknologi penyimpanan energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung transisi energi.

Penjajakan tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) antara PLN dan Pemerintah Australia. Kesepakatan itu mencakup kerja sama di bidang transisi energi, pengembangan teknologi, pembiayaan dan investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Wakil Direktur Utama PLN Yusuf Didi Setiarto mengatakan, kemitraan tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk mengakses teknologi, pengetahuan, dan dukungan pembiayaan dari Australia.

Read also:  PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

“Dukungan Pemerintah Australia memiliki arti penting bagi PLN, baik dalam pengembangan talenta, pertukaran pengetahuan dan teknologi, maupun penjajakan peluang pembiayaan,” ujar Didi dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Salah satu proyek yang masuk dalam penjajakan adalah Eastern Java & Bali Grid Strengthening. PLN dan Pemerintah Australia menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk memperkuat keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali.

Proyek tersebut direncanakan mencakup pembangunan dan peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, serta jaringan distribusi.

Selain pembiayaan infrastruktur, PLN menjajaki kerja sama teknologi dengan lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, antara lain Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water.

Read also:  PLN Alirkan 15 MMSCFD Gas Natuna ke Batam, Perkuat Pasokan Pembangkit

Kerja sama teknis tersebut mencakup pengembangan fleksibilitas jaringan, sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), serta fleksibilitas operasi pembangkit. Teknologi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan sistem kelistrikan dalam mengintegrasikan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) yang produksinya bergantung pada kondisi alam.

PLN juga bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade) melalui program peningkatan kapasitas terkait skenario iklim dan ketahanan sistem. Program ini diarahkan untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis skenario iklim dalam perencanaan ketenagalistrikan.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, PLN bersama Pemerintah Australia melalui program Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027–2030.

Read also:  Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Peta jalan tersebut diselaraskan dengan target net zero emissions (NZE), prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip transisi energi berkeadilan (Just Energy Transition).

Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier mengatakan PLN merupakan mitra penting dalam transisi energi Indonesia, terutama dalam pengembangan elektrifikasi dan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia dan memahami bahwa PLN akan memainkan peran sentral dalam elektrifikasi tersebut,” kata Brazier. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWIP Perkuat Ketertelusuran Nikel dan Data Emisi, Jawab Tuntutan Pembeli Global

Ecobiz.asia - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat pencatatan asal bahan baku, penggunaan energi, dan emisi untuk memenuhi kebutuhan pembeli serta investor...

PTBA Ingin Ubah Batu Bara Jadi Bahan Baterai, Butuh Dukungan Kebijakan

Ecobiz.asia - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membidik bisnis baru dari hilirisasi batu bara, mulai dari dimetil eter (DME), gas alam sintetis (SNG),...

Perkuat Program ESG, ANTAM Raih Lima Penghargaan Apresiasi Minerba 2026

Ecobiz.asia – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) meraih lima penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Dukung Upstream Youth Champs 2026, PEP Sangasanga Field Ajak Mahasiswa Kenali Peran Strategis Industri Hulu Migas

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga mengenalkan proses bisnis dan peran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) kepada mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda...

Agrinas Palma Perkuat Sinergi dengan BNPB untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan...

TOP STORIES

Pertamina, Toyota Extend Strategic Partnership Through 2030 to Develop Low-Carbon Fuels

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned energy company Pertamina and Japan's Toyota Group have extended their strategic partnership for another five years through 2030, with cooperation...

Kelahiran Baru di Ujung Kulon dan Jejak Perburuan Sepuluh Badak Jawa

Ecobiz.asia - Seekor anak Badak Jawa kembali lahir di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Kehadirannya terekam kamera jebak pada 10 Oktober 2026, ketika...

WWF-Indonesia Dorong Pembiayaan Berbasis Lanskap untuk Perkebunan Berkelanjutan, Butuh Kolaborasi

Ecobiz.asia – WWF-Indonesia mendorong pembiayaan berbasis lanskap (Landscape Finance Approach) untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus melindungi hutan, sumber air, dan keanekaragaman hayati. Pendekatan ini dinilai...

Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Perkuat Aksi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Pasca COP17

Ecobiz.asia – Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah Indonesia menerjemahkan kesepakatan Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP17 CBD) menjadi aksi nyata...

Pertambangan Ramah Lingkungan, WRI: Patuh Aturan Nasional Belum Cukup

Ecobiz.asia – Perusahaan tambang yang telah memenuhi regulasi nasional masih berpotensi diminta melakukan perbaikan saat mengikuti penilaian lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) internasional....