Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim dan pembangunan hijau berketahanan di Indonesia.
AIIB menyediakan pembiayaan berbasis kebijakan sebesar US$500 juta atau sekitar Rp9,07 triliun (Kurs Rp18.000/US$, sedangkan KfW menargetkan pembiayaan 300 juta euro atau sekitar Rp6,06 triliun (Kurs Rp20.000/euro).
Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Wakil Presiden AIIB bidang Kebijakan dan Strategi Ludger Schuknecht dan anggota Dewan Eksekutif KfW Brigitte Réthier, di sela-sela Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia 2026 di Bangkok, Thailand.
MoU tersebut menjadi kerangka bagi kedua lembaga untuk mengoordinasikan dukungan kepada pemerintah Indonesia melalui pembiayaan, dialog kebijakan, dan bantuan teknis.
Program yang dikenal sebagai CARE CPBF itu dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pemerintah Indonesia memimpin perancangan dan pelaksanaan reformasi, dengan dukungan AIIB dan KfW.
Program tersebut mencakup reformasi kebijakan dan kelembagaan di sektor pertanian cerdas iklim, pengelolaan irigasi, pembiayaan desa, perhutanan sosial, perlindungan mangrove, pengelolaan lingkungan dan jasa ekosistem. Dukungan juga mencakup pembiayaan daerah yang tangguh terhadap perubahan iklim, pengelolaan sampah padat, serta penyediaan air bersih.
Wakil Presiden AIIB bidang Kebijakan dan Strategi Ludger Schuknecht mengatakan kerja sama tersebut menggabungkan keunggulan kedua lembaga untuk mempercepat pelaksanaan reformasi kebijakan iklim dan memobilisasi investasi.
“Pembiayaan kami dapat membantu mempercepat pelaksanaan reformasi penting dan memobilisasi investasi. Kami juga sangat menghargai pengetahuan KfW yang mendalam tentang Indonesia, keterlibatan jangka panjangnya, serta keahlian teknisnya,” kata Schuknecht dalam pernyataan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Anggota Dewan Eksekutif KfW Brigitte Réthier mengatakan reformasi yang didukung kedua bank diharapkan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi investasi tahan iklim dan perlindungan ekosistem. KfW juga akan berkontribusi melalui pengalaman panjangnya dalam proyek perlindungan hutan di Indonesia.
“Kemitraan ini mencerminkan tanggung jawab kami sebagai bank untuk menangani tantangan global seperti perubahan iklim dan memperkuat hubungan internasional,” kata Réthier. ***




