Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare di Indonesia, dengan rencana investasi mencakup pembangunan kebun, pabrik pengolahan, infrastruktur logistik, serta pengembangan produk hilir.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang investasi asing langsung sekaligus memperluas pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya ke Pakistan serta kawasan Asia Selatan.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Jakarta pada 12 Oktober 2026. Kerja sama ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan mandat pemerintah, menindaklanjuti arahan Presiden dan Menteri Pertahanan RI usai penawaran historis kepada Chief of Defence Forces (CDF) Pakistan pada kunjungan kenegaraan pada Desember 2025. Pemerintah Pakistan menunjuk Fauji Foundation, grup usaha terkemuka di bidang energi, industri, dan pertanian, sebagai mitra bisnis resmi penyokong kemitraan ini.

Read also:  PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Dalam skema yang tengah disiapkan, kedua pihak akan menjajaki pembangunan perkebunan kelapa sawit, pabrik kelapa sawit, fasilitas logistik, serta pengolahan dan pemasaran produk turunan CPO dan inti sawit.

Agrinas Palma diproyeksikan bertanggung jawab atas tata kelola strategis, kepatuhan terhadap ketentuan hukum, dan penyediaan akses lahan sesuai regulasi yang berlaku. Sementara itu, Fauji Foundation diharapkan menyediakan investasi langsung untuk mendanai pembangunan fasilitas pengolahan dan infrastruktur pendukung. Pembentukan perusahaan patungan (joint venture) menjadi salah satu opsi utama yang sedang dipertimbangkan untuk merealisasikan proyek tersebut.

Tiga provinsi menjadi kandidat lokasi

Pengembangan proyek direncanakan berlangsung secara bertahap pada periode 2026–2030, dengan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah sebagai kandidat lokasi utama. Ketiga provinsi tersebut dipertimbangkan karena memiliki akses terhadap infrastruktur logistik dan pelabuhan ekspor, termasuk Pelabuhan Dumai, Terminal Kijing di Pontianak, serta Pelabuhan Bagendang dan Kumai.

Read also:  Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Sebelum memasuki tahap realisasi, pengembangan akan melalui uji tuntas teknis, kajian kesesuaian lahan, serta verifikasi kepatuhan terhadap ketentuan perizinan dan hak guna usaha (HGU). Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kepastian hukum dan kelayakan investasi jangka panjang.

Direktur Utama Agrinas Palma Mohammad Abdul Ghani mengatakan kerja sama tersebut berpotensi menghubungkan sumber daya perkebunan Indonesia dengan kebutuhan pasar Pakistan.

“Kami melihat Fauji Foundation sebagai mitra strategis jangka panjang. Indonesia memiliki potensi sumber daya dan peluang pengembangan, sementara Pakistan memiliki kebutuhan pasar domestik yang kuat. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang menjadi peluang investasi yang konkret dan membangun kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujarnya.

Perwakilan Fauji Foundation, Irfan Khan, menekankan pentingnya membangun kemitraan yang didasarkan pada prinsip kesetaraan, keterbukaan, dan manfaat bersama.

“Kami perlu membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Irfan dalam pembahasan mengenai arah kerja sama Indonesia-Pakistan.

Read also:  Sampah Mulai Dibidik Jadi Sumber Energi dan Bahan Baku Industri

Tantangan realisasi dan keberlanjutan

Rencana pengembangan 200.000 hektare tersebut berpotensi memperkuat integrasi industri kelapa sawit Indonesia, mulai dari produksi bahan baku hingga pengolahan dan pemasaran produk turunan. Namun, realisasinya masih bergantung pada hasil kajian teknis, kepastian akses dan status hukum lahan, skema pendanaan, serta keputusan investasi kedua pihak.

Aspek lingkungan juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan proyek, terutama terkait kesesuaian penggunaan lahan, perlindungan ekosistem, dan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Bagi Agrinas Palma, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan aset perkebunan negara dan memperkuat kontribusi sektor kelapa sawit terhadap perekonomian nasional. Selain berperan dalam industri perkebunan dan pengembangan produk turunannya, Agrinas Palma mendukung pengembangan ekosistem bioenergi untuk menunjang implementasi program biodiesel B50 dan bahan bakar campuran etanol E20 di Indonesia.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PDC Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 lewat Website Karir dan Buletin Binar

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih dua penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Website Karir PDC dan buletin internal Binar, masing-masing...

Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen untuk mendukung penggunaan energi rendah karbon di sektor transportasi publik,...

Pertamina, PAL Jaya Jajaki Pemanfaatan Limbah FOG untuk Biofuel dan SAF

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah fat, oil, and grease (FOG) sebagai bahan baku alternatif biofuel, termasuk sustainable aviation fuel (SAF), melalui...

Pertamina EP Sangasanga Field Dukung Kelompok Wanita Tani Pertanian Hidroponik

Ecobiz.asia – Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil memanen buah melon premium melalui budidaya...

PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat nilai tambah (added value creation) Rp3,73 triliun dari berbagai inovasi dan program perbaikan operasional yang dikembangkan...

TOP STORIES

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...