Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat Unit 3 di Jawa Barat, yang meningkatkan kapasitas pembangkit sebesar 8 megawatt (MW) menjadi 129 MW.

Peningkatan kapasitas dari sebelumnya 121 MW tersebut menjadikan Darajat Unit 3 sebagai unit pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas terbesar di Indonesia, menurut keterangan resmi Mitsubishi Power, Rabu (21/10).

Proyek ini dilaksanakan untuk Star Energy Geothermal Darajat II Ltd. (SEG). Setelah retrofit rampung, unit pembangkit tersebut telah kembali beroperasi secara komersial.

Read also:  Potensi Bioenergi 80 Juta Ton, Baru 20 Juta Ton Dimanfaatkan

Mitsubishi Power menyatakan proyek mencakup peningkatan kinerja sejumlah komponen pembangkit, termasuk penggantian turbin uap yang diproduksi di fasilitas MHI di Nagasaki, Jepang.

Mitsubishi Power bertanggung jawab atas perancangan, manufaktur, dan dukungan instalasi, sedangkan PT Mitsubishi Power Indonesia melaksanakan pekerjaan instalasi di Indonesia melalui skema turnkey atau proyek terintegrasi.

Perusahaan menyatakan proyek tersebut selesai sesuai jadwal kontrak, dengan kinerja operasional yang melampaui nilai yang dijanjikan dan tanpa insiden keselamatan kerja.

Wakil Presiden Eksekutif Mitsubishi Power, Shigeo Yakushijin, mengatakan keberhasilan proyek tersebut didukung penerapan metode konstruksi inovatif yang memanfaatkan keahlian perusahaan sebagai perancang dan produsen peralatan asli (original equipment manufacturer/OEM).

Read also:  Sampah Mulai Dibidik Jadi Sumber Energi dan Bahan Baku Industri

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan waktu konstruksi dipersingkat secara signifikan sekaligus meningkatkan kapasitas pembangkit.

Jajaki peningkatan kinerja pembangkit

Selain menyelesaikan retrofit, Mitsubishi Power dan SEG menandatangani Technical Study and Cooperation Agreement (TSCA) pada 14 Oktober 2026 untuk menjajaki pemanfaatan teknologi pemeliharaan terbaru.

Kerja sama tersebut ditujukan untuk mengkaji peluang peningkatan kapasitas turbin uap serta memperkuat keandalan dan ketersediaan fasilitas pembangkit panas bumi.

Melalui perjanjian tersebut, PT Mitsubishi Power Indonesia akan mendukung optimalisasi aset PLTP dengan memperkenalkan teknologi terbaru dari MHI Group. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Innovative Total Optimization (ITO), yang berfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pelanggan sepanjang siklus hidup peralatan pembangkit.

Read also:  Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Mitsubishi Power menyatakan pengembangan teknologi pembangkit yang andal dan berperforma tinggi merupakan bagian dari upaya mendukung pasokan listrik yang stabil sekaligus mempercepat dekarbonisasi sektor energi.

Panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat menghasilkan listrik dengan emisi karbon dioksida relatif rendah selama proses pembangkitan. Peningkatan kapasitas PLTP Darajat Unit 3 diharapkan mendukung pemanfaatan energi panas bumi dalam sistem kelistrikan Indonesia.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai calon pemberi...

Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Ecobiz.asia — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Waduk Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai sekitar...

Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Stok BBM Bali Capai 48 Juta Liter

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mengerahkan 108 mobil tangki dan meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, dengan stok mencapai 48 juta...

Panas Bumi Sumatera Bisa Pasok Kebutuhan Listrik Jawa, Supergrid Jadi Kunci

Ecobiz.asia — Potensi panas bumi di Sumatera yang diperkirakan mencapai 9 gigawatt (GW) berpeluang mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di Jawa. Namun, pemanfaatan sumber energi...

TOP STORIES

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Ecobiz.asia – Komitmen iklim Indonesia dinilai belum memadai dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama karena lemahnya pendanaan, pemantauan, dan pengendalian polusi udara. Dalam Healthy NDC...

Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai calon pemberi...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...