PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) akan meluncurkan peluncuran Time-based Renewable Energy Certificate (T-REC) pada 2028 yang memungkinkan pelanggan memantau penggunaan listrik hijau secara lebih terperinci, termasuk kecocokan konsumsi listrik dengan produksi energi terbarukan setiap jam.

Vice President Perencanaan dan Strategi Produk Niaga PLN Bobby Cristya Surya mengatakan T-REC merupakan pengembangan layanan Renewable Energy Certificate (REC) yang selama ini digunakan pelanggan untuk melaporkan penggunaan energi terbarukan, antara lain dalam laporan keberlanjutan perusahaan.

Melalui T-REC, pelanggan nantinya dapat mengetahui sumber pembangkit yang memasok listrik sekaligus memantau secara lebih terperinci kesesuaian waktu antara konsumsi listrik dan produksi energi terbarukan.

“Kalau dulu REC itu cukup dipilih sebagai laporan penggunaan energi hijau secara bulanan, sekarang ada pelanggan yang menginginkan energi terbarukan yang dikonsumsi bisa dimonitor secara real-time, bahkan bisa dilihat dari pembangkit mana disuplai dan dianalisis sampai jam-jaman,” kata Bobby pada salah satu diskusi panel Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Read also:  Perluas Pemanfaatan Gas Bumi, Gagas Perkuat Layanan CNG Point-to-Point untuk Pelanggan Usaha

Bobby mengatakan T-REC masih dalam tahap uji coba dan akan dikembangkan bersama sejumlah mitra sebelum diluncurkan kepada pelanggan. Layanan ini juga akan menampilkan matching rate atau tingkat kecocokan antara konsumsi listrik pelanggan dan pasokan energi terbarukan. Dalam contoh yang dipaparkan, tingkat kecocokan tersebut dapat mencapai 90%.

Menurut Bobby, pengembangan layanan ini merespons perubahan kebutuhan pelanggan terhadap energi hijau. Penggunaan listrik terbarukan tidak lagi sekadar menjadi bagian dari pelaporan keberlanjutan, tetapi semakin berkaitan dengan persyaratan bisnis, terutama bagi perusahaan yang terhubung dengan pasar global.

Read also:  Wärtsilä: Fleksibilitas Sistem Listrik Penting untuk Percepatan EBT dan Ekonomi Digital

Tuntutan tersebut juga merambah rantai pasok. Perusahaan tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan energi terbarukan dalam operasionalnya sendiri, tetapi juga mulai mendorong pemasok agar memenuhi standar serupa.

Pusat data (data center) turut menjadi salah satu pendorong permintaan listrik hijau. Bobby menyebut sekitar tujuh hingga delapan pusat data diperkirakan akan masuk ke Indonesia, sehingga PLN perlu menyiapkan pasokan dan layanan energi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan tanpa mengabaikan keandalan dan keterjangkauan harga.

Di tingkat regional, Bobby menyampaikan bahwa konsumsi energi di ASEAN diproyeksikan meningkat sekitar 54% hingga 2050. Ia juga menyebut sekitar 143 perusahaan memiliki target memenuhi sedikitnya 60% kebutuhan energinya dari sumber terbarukan pada 2030, dengan sasaran mencapai 100% paling lambat pada 2060.

Read also:  Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PLN mengembangkan layanan energi terbarukan yang mencakup penyediaan pembangkit, sertifikasi, platform digital, dan manajemen energi. Pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan dedicated source untuk memilih pembangkit pemasok listrik serta mengakses informasi ketersediaan dan kecukupan kapasitas secara daring.

Pengembangan T-REC menjadi bagian dari upaya PLN memperluas layanan energi hijau sekaligus mendukung target net zero emission pada 2060. PLN juga mengembangkan inisiatif lain, termasuk baterai, sistem penyimpanan energi (energy storage system), interkoneksi jaringan, dan energi baru. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

TOP STORIES

Karbon Biru Indonesia Berpeluang Masuk Pasar CORSIA, Integritas Kredit Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Permintaan unit emisi untuk memenuhi kewajiban penerbangan internasional melalui skema CORSIA diperkirakan mencapai 200 juta–220 juta ton CO₂ secara global pada fase...

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...