MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini. Sepanjang periode tersebut Perseroan berhasil mencatatkan kinerja yang solid dengan produksi minyak dan gas semester I mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai panduan 2026, di mana gas menyumbang sekitar 72% dari total produksi.

Capaian tersebut ditopang oleh kinerja blok-blok migas Perseroan, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.

Ronald Gunawan, CEO MedcoEnergi, menyampaikan bahwa hasil semester pertama mencerminkan keandalan Perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.

Read also:  Poso Energy Lakukan OMC Jaga Produksi PLTA 515 MW di Tengah Ancaman El Niño

“Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald dalam keterangannya, Selasa (21/9).

Pada semester ini, Perseroan juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana Perseroan ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama Perseroan di Malaysia.

Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan operasi di PLTS Bali Timur. Energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi Perseroan. Sementara investasi pertambangan tembaga dan emas pada PT Amman Mineral Internasional memberikan kontribusi positif seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.

Read also:  Magnifina Bawa PHR Berjaya di ENSIA 2026, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Hasilkan Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Dari sisi keuangan, MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar AS$1.415 juta, EBITDA sebesar AS$805 juta dan laba kotor sebesar AS$588 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di AS$8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini. Laba bersih semester I yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar AS$275 juta, membaik dari periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.

Posisi utang konsolidasi pada akhir Juni tercatat AS$4.128 juta dengan kas dan setara kas sebesar AS$1.402 juta, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group tercatat sebesar 1,4x atau di bawah panduan yaitu 2,5x pada harga mid-cycle AS$65 per barel. Peringkat kredit idAA- dari Pefindo serta peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody’s tetap dipertahankan.

Read also:  PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

MedcoEnergi mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas sebesar 165–170 mboepd serta penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh dan mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah AS$10 per barel setara minyak. Seiring dengan komitmen Perseroan untuk berinvestasi pada peluang-peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, Perseroan menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi AS$450-475 juta untuk segmen Minyak & Gas Bumi, serta hingga AS$50 juta untuk segmen Ketenagalistrikan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...

Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas hingga 2028

Ecobiz.asia -- Pemerintah terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas), dengan target mencapai 1...

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

TOP STORIES

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Indonesia 2026–2045 sebagai panduan integrasi pengelolaan ekosistem pesisir dan laut ke...

Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mencabut izin usaha lima perusahaan yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah sebagai...

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

Membedah Biang Keladi Bencana Asap

Disclaimer: Artikel ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili sikap atau pandangan redaksi Ecobiz.asia. Oleh:...