Menteri Energi Bangladesh Apresiasi Inovasi PLN Nusantara Power

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP mengapresiasi pengelolaan pembangkit dan inovasi energi bersih yang dikembangkan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) saat mengunjungi Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta, Rabu (26/8).

Kunjungan tersebut menjadi momentum pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Bangladesh, khususnya terkait keandalan pembangkitan, efisiensi operasional, inovasi teknologi, dan pengembangan energi bersih.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan kunjungan delegasi Bangladesh membuka peluang penguatan kerja sama di sektor energi kedua negara.

“Kami menyambut baik kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi ke UP Muara Karang. Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pembangkitan, keandalan sistem, inovasi teknologi, serta pengembangan energi bersih,” ujar Ruly.

Read also:  Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Bangladesh melihat langsung fasilitas pembangkitan serta sejumlah inovasi PLN NP, termasuk Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang.

GHP Muara Karang mengembangkan produksi hidrogen hijau melalui proses elektrolisis dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya PLN NP mengembangkan teknologi energi bersih sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Read also:  OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia's Carbon Projects

Iqbal mengapresiasi inovasi dan pengalaman PLN NP dalam mengelola pembangkitan serta menghadapi tantangan transisi energi.

“Hubungan Indonesia dan Bangladesh telah terjalin sangat baik, dan sektor energi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan tersebut,” kata Iqbal.

Menurut dia, pengalaman PLN NP bekerja sama dengan Bangladesh menunjukkan bahwa kemitraan kedua negara telah menghasilkan kolaborasi konkret.

PLN NP sebelumnya telah terlibat dalam kerja sama di Bangladesh melalui proyek pemeliharaan dan Major Inspection Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 150 MW pada 2023 dan 2024.

Read also:  Indonesia Looks to Climate Finance to Unlock 100 GW Solar Ambition

Iqbal berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang, tidak hanya dalam sektor pembangkitan listrik, tetapi juga pengembangan energi bersih dan teknologi energi masa depan.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan potensi pengalaman Indonesia dalam mengelola sistem ketenagalistrikan dan mengembangkan teknologi energi bersih untuk menjadi referensi bagi pengembangan sektor energi di tingkat internasional.

PLN NP menyatakan akan terus mendorong transformasi pembangkitan melalui peningkatan keandalan dan efisiensi, digitalisasi, serta pengembangan solusi energi hijau untuk mendukung sistem ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan...

Gold Standard, Verra Launch Tool for Article 6.2 Reporting

Ecobiz.asia – Gold Standard and Verra have launched a new tool to help countries report corresponding adjustments (CAs) for carbon credits authorized under Article...

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Indonesia Sets Waste Carbon Trading Rules, Opens Path to International Markets

Ecobiz.asia – Indonesia has established a new framework for carbon trading in the waste sector, covering industrial solid and wastewater as well as domestic...

TOP STORIES

House of Representatives Targets CCS Provisions in New Oil and Gas Law, Aims to Complete Deliberations This Year

Ecobiz.asia -- Indonesia’s House of Representatives (DPR RI) is targeting the inclusion of provisions on carbon capture and storage (CCS) and carbon capture, utilization...

Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon...