Agrinas Palma-Pertamina Power Jalin Kerjasama, Reaktivasi Pabrik Biodiesel dan Kembangkan Bioetanol Singkong

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menggandeng PT Pertamina Power Indonesia (PPI) untuk mengembangkan proyek bioenergi melalui reaktivasi pabrik biodiesel serta pembangunan dua pabrik bioetanol berbahan baku singkong.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan energi sekaligus pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Bisnis Agrinas Palma Nusantara Nurhidayat dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PPI Harsono Budi Santoso.

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Muhammad Abdul Ghani mengatakan kolaborasi antar-BUMN tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi bioenergi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis Agrinas Palma Nusantara dalam mengoptimalkan potensi bioenergi nasional. Reaktivasi pabrik biodiesel serta pengembangan bioetanol berbahan baku singkong diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ujar Ghani dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan sejumlah proyek energi terbarukan, dengan fokus utama pada reaktivasi pabrik biodiesel Fatty Acid Methyl Ester (FAME) serta pembangunan dua pabrik bioetanol berbahan baku singkong.

Read also:  PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Agrinas menargetkan reaktivasi pabrik biodiesel mampu mengembalikan kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun untuk mendukung kebutuhan biodiesel nasional. Sementara itu, dua pabrik bioetanol yang direncanakan masing-masing berkapasitas 300 kiloliter per hari (KLPD) atau total 600 KLPD diharapkan dapat memperkuat pasokan bioetanol domestik sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas singkong.

Sebagai tindak lanjut, Agrinas Palma Nusantara dan Pertamina Power Indonesia akan menyusun studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, ekonomi, pasar, lingkungan, hukum, hingga manajemen risiko sebelum proyek memasuki tahap implementasi.

Read also:  Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Selain pengembangan proyek, kedua BUMN juga akan memperkuat kolaborasi melalui pertukaran teknologi, pengalaman, serta pemanfaatan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki masing-masing perusahaan untuk mempercepat pengembangan bioenergi nasional.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya domestik, memperkuat bauran energi nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi dan pengembangan sektor agroindustri di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Pertamina Trans Kontinental Salurkan Bantuan Bencana di NTT, Pastikan Layanan Maritim Tetap Berjalan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus memastikan keandalan...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

TOP STORIES

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

MedcoEnergi Salurkan Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...