Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat pemasaran aluminium rendah karbon dengan meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan di tengah meningkatnya permintaan global terhadap aluminium dengan jejak karbon lebih rendah.
Sertifikasi tersebut diluncurkan bersamaan dengan Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 di Dubai, 15–17 September 2026.
Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM Arif Haendra mengatakan produk aluminium rendah karbon menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing di pasar global.
“Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy),” ujar Arif dalam keterangannya, dikutip Senin (5/10/2026).
INALUM memanfaatkan listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburannya. Sumber energi tersebut menjadi dasar pengembangan produk aluminium dengan jejak karbon lebih rendah dibandingkan produksi yang menggunakan listrik berbasis energi fosil.
Menurut Arif, keunggulan tersebut perlu diterjemahkan menjadi nilai tambah dan posisi tawar yang lebih kuat bagi produk aluminium Indonesia di pasar internasional.
Peluncuran sertifikasi juga dibarengi penguatan kerja sama INALUM dengan sejumlah mitra internasional, antara lain Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris.
Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM Jevi Amri mengatakan sertifikasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses produksi rendah emisi, tetapi juga kebutuhan pelanggan dan peluang pasar baru.
“Bagi kami, Low Carbon Aluminium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru,” kata Jevi.
Menurut dia, pemanfaatan energi bersih dalam proses produksi menjadi salah satu kekuatan yang dapat memberikan nilai tambah bagi aluminium Indonesia di tengah perubahan rantai pasok global menuju produk yang lebih berkelanjutan.
INALUM menilai kebutuhan terhadap aluminium rendah karbon semakin relevan seiring meningkatnya perhatian industri global terhadap emisi karbon, keberlanjutan, dan transparansi rantai pasok. ***




