Wamenhut Gandeng Tokoh Dunia Kembangkan Skema Pembiayaan Taman Nasional Konservasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki membahas pengembangan pembiayaan inovatif untuk pengelolaan taman nasional dan konservasi spesies ikonik saat menerima sejumlah tokoh global di bidang lingkungan dan kebijakan publik di Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (17/6/2026).

Tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain mantan Presiden Kosta Rika José María Figueres, mantan Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans, dan mantan Senator Amerika Serikat Russ Feingold.

Pertemuan membahas peluang kerja sama internasional dalam penguatan pengelolaan kawasan konservasi, perlindungan spesies ikonik, serta pengembangan skema pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Rohmat mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda konservasi global dan pengendalian perubahan iklim. Hutan Indonesia tidak hanya memiliki nilai penting bagi pembangunan nasional, tetapi juga berperan menjaga keanekaragaman hayati dunia, stabilitas iklim, tata air, serta penghidupan masyarakat.

Read also:  Link Download PP 24 Tahun 2026, Ekspor Komoditas SDA Satu Pintu

“Indonesia terus menunjukkan aksi nyata pengendalian perubahan iklim melalui pelestarian hutan, penguatan kawasan konservasi, perlindungan spesies, serta peningkatan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.

Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 27 juta hektare kawasan konservasi dan kawasan lindung, termasuk 57 taman nasional yang menjadi habitat berbagai spesies langka dan ekosistem penting.

Menurut Rohmat, konservasi hutan merupakan salah satu pilar utama kontribusi Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Pemerintah juga terus memperkuat kebijakan Nilai Ekonomi Karbon dan perdagangan karbon sektor kehutanan sebagai bagian dari pengembangan pembiayaan iklim yang kredibel dan terukur.

Dalam pertemuan tersebut, Rohmat memaparkan langkah pemerintah memperkuat pembiayaan konservasi melalui pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional yang bertugas menyusun strategi dan instrumen pendanaan konservasi periode 2026-2030.

Read also:  Survei: Publik Asia Tenggara Desak Bank Hentikan Pendanaan PLTU Batu Bara Industri

Beberapa kawasan yang menjadi prioritas antara lain Taman Nasional Komodo, Way Kambas, Ujung Kulon, Tanjung Puting, dan Rinjani, serta sejumlah lanskap spesies ikonik di Aceh dan Jambi.

Menurut Rohmat, pemerintah tengah menjajaki berbagai instrumen pendanaan konservasi, seperti pembiayaan berbasis karbon, foster sponsorship satwa liar, program one company one species, species bond, pembayaran jasa lingkungan, hingga berbagai bentuk kemitraan dengan sektor swasta dan filantropi.

“Pembiayaan inovatif harus ditempatkan untuk memperkuat konservasi, bukan mengomersialisasi kawasan konservasi. Fungsi ekologis taman nasional tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Dana yang dihimpun melalui berbagai instrumen tersebut akan diarahkan untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi, perlindungan spesies prioritas, peningkatan kapasitas polisi kehutanan dan ranger, penguatan sistem pemantauan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan dan masyarakat hukum adat.

Read also:  Kemenhut dan YKAN Teken MoU Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Selain membahas pembiayaan konservasi, pertemuan juga membuka peluang kerja sama dalam penguatan tata kelola kawasan konservasi, pengembangan sistem data dan pemantauan geospasial, peningkatan kapasitas pengelola kawasan, serta pelibatan masyarakat lokal dalam upaya konservasi.

Rohmat menegaskan seluruh skema pembiayaan yang dikembangkan akan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap berbagai pengalaman internasional mengenai blended finance, conservation trust fund, maupun endowment fund dapat memperkaya upaya Indonesia membangun sistem pembiayaan konservasi yang berkelanjutan dan efektif,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Antisipasi El Nino dan Siklus 4 Tahunan, Pemerintah Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau lebih awal...

Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon III dan IV) Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ecobiz.asia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melantik sejumlah pejabat Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas (setara dengan Eselon III dan...

Kemenhut Luncurkan DSS Jaga Rimba, Cegah Tumpang Tindih Perizinan Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan Decision Support System (DSS) Jaga Rimba, platform digital terintegrasi yang dirancang untuk mencegah tumpang tindih perizinan, memperkuat pengawasan...

Pagu Indikatif Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2027 Rp27,335 T, Begini Rinciannya

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 82 persen anggaran tahun 2027 untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari jaringan...

KLH/BPLH dan BOPPJ Teken MoU, Percepat Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk Tim...

TOP STORIES

Masuki Usia 18 Tahun, Pertamina Drilling Perkuat Implementasi Green Drilling

Ecobiz.asia - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green drilling atau pengeboran ramah lingkungan seiring peringatan hari jadinya yang...

Antisipasi El Nino dan Siklus 4 Tahunan, Pemerintah Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau lebih awal...

100×100 Luncurkan Pendanaan US$100 Juta, Bidik Bangun 50 Perusahaan Iklim di Asia Tenggara dan India

Ecobiz.asia – Perusahaan venture builder dan investasi iklim berbasis di Singapura, 100x100, meluncurkan Pendanaan Tahap Kedua (Fund II) dengan target dana kelolaan sebesar US$100...

Pasokan Kredit Karbon Melimpah, Indonesia Perlu Perkuat Permintaan Pasar

Ecobiz.asia – Tantangan terbesar pengembangan pasar karbon Indonesia saat ini bukan lagi kualitas kredit karbon yang dihasilkan, melainkan bagaimana menciptakan permintaan yang mampu menyerap...

Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon III dan IV) Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ecobiz.asia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melantik sejumlah pejabat Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas (setara dengan Eselon III dan...