PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam operasionalnya.

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya berkolaborasi dengan PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) melalui pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 22,5 MW, yang menjadi instalasi terbesar di Indonesia, berlokasi di Komplek Mulia Industri, Cikarang, Bekasi.

Instalasi ini mencakup 36.862 panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 m², setara dengan 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno.

Secara lingkungan, instalasi ini diproyeksikan mampu menekan lebih dari 26,8 juta kilogram emisi karbon dioksida (CO₂) per tahun, setara dengan penyerapan karbon oleh 198.258 pohon, dan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 20.000 kilogram per tahun.

Dari sisi operasional, sistem ini menghasilkan rata-rata 68.500 kWh listrik per hari untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas produksi yang beroperasi 24 jam.

Ekman Tjandranegara, Direktur PT Mulia Industrindo Tbk, menyatakan PLTS Atap ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat operasional berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.

Read also:  PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

“Dengan kapasitas 22,5 MW, proyek ini menegaskan komitmen kami dalam menjalankan agenda keberlanjutan perusahaan melalui pemanfaatan energi surya skala besar di sektor industri. Kami menggandeng Xurya sebagai mitra berpengalaman agar instalasi berjalan selaras dengan operasional,” ujarnya.

Sementara itu Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan peran energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Hingga akhir tahun 2025, pemanfaatan energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional mencapai 15,75%.

Namun, capaian ini masih cukup jauh dari target bauran yang telah ditetapkan. Di tengah tantangan perubahan iklim, ketidakpastian harga energi fosil sebagai dampak dinamika geopolitik global, serta kebutuhan listrik dalam negeri yang terus meningkat, PLTS Atap hadir sebagai solusi yang relevan, fleksibel, dan dapat diimplementasikan secara cepat, termasuk di sektor Industri.

Pemanfaatan PLTS Atap di sektor industri sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat swasembada energi dan menjalankan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).

Read also:  PIS Restorasi Terumbu Karang di Bali Barat, Tanam 100 Fragmen dan Edukasi Anak Pesisir

Harris, S.T., M.T., Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyampaikan apresiasi atas pencapaian PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya dalam mengimplementasikan PLTS Atap dengan kapasitas 22,5 MW. Menurut Harris Capaian ini sebagai bagian penting dari transisi energi nasional, memperkuat swasembada energi serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sebagai perusahaan manufaktur yang beroperasi 24/7, PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya membutuhkan pasokan energi yang stabil dan andal. PLTS Atap ini dirancang secara matang agar terhubung dengan sistem produksi tanpa mengganggu proses maupun kualitas hasil produksi, sehingga tetap selaras dengan operasional pabrik.

Eka Himawan, Managing Director, Xurya, mengatakan proyek ini menunjukkan bahwa energi surya tidak hanya relevan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi operasional industri berskala besar di Indonesia. Lebih dari itu, proyek ini juga menjadi bukti nyata kapabilitas kami dalam menghadirkan solusi PLTS Atap untuk industri yang beroperasi 24/7, di mana proses instalasi berjalan beriringan dan terintegrasi tanpa mengganggu aktivitas produksi.

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

“Dengan dukungan tim ahli dan tenaga kerja lokal, perencanaan yang matang, serta koordinasi yang erat dengan klien, kami memastikan setiap tahapan proyek berjalan optimal, andal, dan selaras dengan kebutuhan operasional klien di lingkungan industri dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. Kami berharap semakin banyak pelaku industri melihat energi surya sebagai bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan,” kata Eka.

Sementara itu Yondri Zulfadli, Vice President Pengelolaan Penjualan, PT PLN (Persero), menambahkan hingga 2026, kapasitas PLTS Atap terpasang telah mencapai sekitar 861,14 MWp dengan total 11.840 pelanggan, serta kapasitas inverter sekitar 768,3 MW, dengan sekitar 81% kapasitas terpasang berasal dari sektor industri.

Menurut Yondri, pencapaian ini tidak hanya menjadi milestone penting bagi pelaku industri, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri berjalan dalam mendukung transisi energi.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

TOP STORIES

Indonesia Calls for Greater Global South Role in Environmental Governance at BRICS Meeting

Ecobiz.asia – Indonesia has called for a stronger role for the BRICS grouping in global environmental governance, arguing that developing countries need greater representation...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

Resmi! Pemerintah Serahkan Dua Izin Panas Bumi, Siapkan Lima WKP dan Tujuh WPSE

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) untuk ditawarkan pada 2026 guna...

Dorong Pemanfaatan Panas Bumi 23,2 GW, Pemerintah Minta Pemegang Konsesi Segera Realisasikan Proyek

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong percepatan pengembangan panas bumi nasional dengan meminta pemegang konsesi segera merealisasikan proyek yang telah memperoleh izin. Langkah tersebut diperlukan untuk...

Perkuat Penjagaan Kawasan Hutan, Prabowo Setujui Penambahan 21.000 Polhut

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan 21.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang akan direkrut secara bertahap untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan Indonesia. Wakil Menteri...