AMMAN Bukukan Laba US$163 Juta di Q1 2026, Ditopang Ekspor Konsentrat dan Kinerja Operasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) mencatatkan kinerja solid pada kuartal pertama 2026, dengan laba bersih mencapai US$163 juta, berbalik dari rugi US$138 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan penjualan, harga logam yang lebih tinggi, serta kembali dibukanya ekspor konsentrat. Penjualan bersih tercatat sebesar US$808 juta, sementara EBITDA mencapai US$508 juta dengan margin 63%.

Dari sisi operasional, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, mengandung sekitar 101 juta pon tembaga dan 136.115 ons emas. Produksi ini melonjak signifikan secara tahunan, seiring peningkatan kadar bijih dan volume penambangan.

Read also:  PGE dan PLN Indonesia Power Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong Bottoming Unit, Target COD 2028

Di sisi hilir, produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton dan emas murni 66.209 ons, meski tingkat utilisasi masih berada di kisaran 46–50% akibat pemeliharaan smelter dan proses ramp-up fasilitas pemurnian.

Perseroan juga memanfaatkan izin ekspor konsentrat sebesar 480.000 ton yang berlaku hingga akhir April 2026, meski tidak seluruh kuota digunakan karena sebagian dialokasikan untuk mendukung peningkatan kapasitas smelter.

Read also:  Solid! PGN Catat Laba US$90,4 Juta di Q1 2026 Berkat Layanan Domestik dan Efisiensi

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, menyatakan kinerja kuartal ini mencerminkan eksekusi operasional yang kuat dari hulu hingga hilir. Perseroan saat ini fokus pada stabilisasi operasi smelter dan penyelesaian proyek ekspansi, termasuk pengembangan pabrik konsentrator dan pembangkit listrik.

“Ramp-up smelter dan proyek ekspansi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing jangka panjang,” ujarnya.

Belanja modal turun 68% secara tahunan menjadi US$114 juta, mencerminkan progres proyek yang mendekati tahap penyelesaian. Sementara itu, kas perusahaan meningkat menjadi US$815 juta dengan total utang sebesar US$6,48 miliar.

Read also:  PLN Nusantara Power Lampaui Target PROPER 2025, Raih 16 Unit Beyond Compliance

Untuk tahun 2026, AMMAN mempertahankan target produksi konsentrat sebesar 900.000 ton kering, yang mengandung 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons emas. Perseroan menilai prospek jangka panjang komoditas tembaga dan emas tetap kuat, meski tetap mewaspadai tekanan biaya energi akibat dinamika geopolitik global.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Tak Kunjung Dibayar, Pekerja NHM Siap Eskalasi Sengketa ke Level Global

Ecobiz.asia — Sengketa ketenagakerjaan di sektor tambang kembali menemukan babak baru. Kali ini, ratusan pekerja memilih membawa persoalan mereka melampaui batas nasional. Sebanyak 735...

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk data center Microsoft di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Cikarang, dan Karawang...

Lampaui Target 14,7%, PLN Nusantara Power Produksi 245 GWh Energi Hijau pada Kuartal I 2026

Ecobiz.asia — PLN Nusantara Power mencatat produksi energi hijau sebesar 245 gigawatt hour (GWh) pada kuartal pertama 2026 melalui program cofiring biomassa di pembangkit...

Dorong Ekonomi Sirkular, PLN EPI Latih Petani Kelola Biomassa untuk Energi

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN (Persero) menggelar pelatihan pengelolaan biomassa berbasis limbah pertanian dan perkebunan di Institut...

Solid! PGN Catat Laba US$90,4 Juta di Q1 2026 Berkat Layanan Domestik dan Efisiensi

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatat kinerja keuangan solid pada triwulan I 2026 dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan...

TOP STORIES

Tak Kunjung Dibayar, Pekerja NHM Siap Eskalasi Sengketa ke Level Global

Ecobiz.asia — Sengketa ketenagakerjaan di sektor tambang kembali menemukan babak baru. Kali ini, ratusan pekerja memilih membawa persoalan mereka melampaui batas nasional. Sebanyak 735...

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk data center Microsoft di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Cikarang, dan Karawang...

Indonesia Moves to Monetize East Kalimantan Carbon Surplus and Pipeline Projects After New Forestry Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry is preparing to market carbon stock from emissions reduction activities in East Kalimantan, along with a number of...

Indonesia Identifies 239,000 Ha of Clean and Clear Conservation Areas for Carbon-linked Restoration

Ecobiz.asia - Indonesia has identified around 239,000 hectares of clean and clear open areas in conservation zones that could support restoration activities linked to...

Forestry Carbon Trading is Not the Endgame, Ministry Principal Advisor Says

Ecobiz.asia - Indonesia is positioning forestry carbon trading as a financing instrument to support the country’s climate targets, rather than merely as a marketplace...