Dorong Energi Bersih, PGN Perluas Pemanfaatan BBG di Transportasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat.

Langkah ini dinilai strategis di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada volatilitas harga dan pasokan energi. BBG menjadi salah satu solusi energi domestik yang efisien, terjangkau, dan lebih ramah lingkungan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa perusahaan terus berupaya menghadirkan akses energi yang andal bagi masyarakat.

“PGN berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini,” ujarnya, Rabu (1/4).

Read also:  Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Pemanfaatan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) juga berperan dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, harga BBG ditetapkan sebesar Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP) di seluruh SPBG, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi.

Selain dari sisi ekonomi, BBG juga menawarkan manfaat lingkungan dengan emisi karbon yang lebih rendah hingga sekitar 20% dibandingkan BBM. Penggunaan BBG turut mendukung target pemerintah dalam transisi energi dan pencapaian net zero emission.

Read also:  ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

Fajriyah menambahkan, penggunaan BBG juga berdampak positif terhadap performa kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna dinilai mampu menjaga kebersihan ruang bakar mesin, sehingga dapat menekan biaya operasional dan memperpanjang usia kendaraan.

Untuk mendorong adopsi BBG, PGN menggandeng komunitas pengguna kendaraan gas melalui layanan bengkel keliling bersama Komunitas Mobil Gas (Komogas). Program ini berlangsung hingga 3 April 2026 di wilayah Kalimalang, Jakarta Timur, serta 6–10 April 2026 di SPBG Bogor, dengan layanan meliputi pemeriksaan, perawatan, perbaikan hingga konversi kendaraan ke BBG.

Read also:  PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), dan 1 Mother Station untuk mendukung distribusi BBG. Perusahaan menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna memperluas infrastruktur serta meningkatkan pemanfaatan BBG di masyarakat.

PGN juga memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan sumber energi domestik dan memperkuat kemandirian energi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

TOP STORIES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Ecobiz.asia – The West Java Provincial Government is exploring a waste-to-hydrogen project at the Sarimukti regional waste facility with planned hydrogen production capacity of...

Indonesia Accelerates Industrial Decarbonisation Across Nine Sectors Toward 2050 Net Zero

Ecobiz.asia – Indonesia has identified nine industrial subsectors as priorities for decarbonisation as the government targets net-zero emissions in the industrial sector by 2050,...

Indonesia Faces a New Waste Challenge as Renewable Energy Expansion Accelerates

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to scale up renewable energy, but the country is also beginning to confront a less visible consequence of the...

SETI Shows Energy Efficiency Can Cut Industrial Costs by Billions of Rupiah

Ecobiz.asia – Energy-efficiency and clean-energy projects implemented under the Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) program have delivered significant cost-saving and emissions-reduction opportunities for...