Gandeng PKBI, PHR Dukung Pemerintah Tanggulangi Stunting di Riau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam penurunan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting di Provinsi Riau. 

Bersama mitra pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Riau, PHR terus bergerak menciptakan generasi unggul dan sehat menyongsong Indonesia emas 2045.

Melalui program PHR Peduli Stunting (Penting), PHR bersama PKBI Riau terlibat aktif menekan angka prevalensi stunting di Riau sejak alih kelola pada tahun 2021. 

Baca juga: Sukses Selesaikan Proyek dengan Selamat, Patra Drilling Contractor Raih Penghargaan PHR

PHR rutin memberikan pelatihan penyegaran serta pelatihan tentang penguatan produksi makanan tambahan (PMT) bagi ratusan kader-kader Posyandu di Riau. 

Kemudian pemberian makanan tambahan (PMT) bagi stunting maupun berisiko stunting. Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil hingga bantuan peralatan untuk Posyandu.    

“Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat, Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan intervensi kasus stunting. Posyandu turut membantu menyusun basis data angka prevalensi stunting di suatu daerah,” kata Direktur Eksekutif PKBI Riau Anthonny Adiputra, Kamis (9/1/2025)

Read also:  Malaysia Apresiasi PLN, Proyek Elektrifikasi Kereta Listrik di Kelantan dan Pahang Tuntas Lebih Awal

Seorang Ibu Rumah Tangga asal Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Huda  mengaku sangat terbantu atas kepedulian PHR dan PKBI dalam upaya pencegahan stunting. Melalui edukasi dan intervensi yang diberikan, Huda kian memahami pentingnya makanan bergizi dan seimbang selama masa kehamilan dan pada masa tumbuh kembang anak. Huda berterima kasih kepada PHR atas bantuan PMT yang diterimanya.

“Sejak adanya bantuan makanan tambahan di kelurahan ini, saya bisa memberikan makanan bergizi dan seimbang kepada anak,” ucapnya.

Hal serupa juga dirasakan Desy, warga Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru. Desy menerima bantuan PMT menyusul kehamilan anak ke empat. Ia dikategorikan berisiko melahirkan anak stunting karena jarak usia ketiga anak sebelumnya sangat dekat. “Terima kasih atas perhatian PHR dan PKBI kepada kami,” ucapnya.

Warga lainnya Ratna Julianti mengaku program peduli stunting PHR dan dan PKBI sangat bermanfaat terhadap perkembangan anaknya yang masuk dalam kategori berisiko stunting. “ Saat ini berat badan anak saya yang semula dikategorikan berisiko stunting sudah mulai naik. Terima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujarnya.

Read also:  Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik Timur Tengah, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Normal

Komitmen PHR terhadap penurunan angka stunting di Provinsi Riau terus berlanjut hingga 2024. Beberapa program masih berjalan di sejumlah daerah. Sejak pertengahan Mei hingga Desember 2024, sebanyak 215 balita stunting dan berisikio stunting di Riau telah mendapatkan bantuan PMT dan 185 Posyandu mendapat bantuan fasilitas pendukung.

Sebanyak 178 kader posyandu menerima pelatihan penyegaran sedangkan 50 orang pengelola Dapur Sehat (DASHAT) lainnya mendapat pelatihan penguatan produksi PMT. Lalu 60 ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) mendapat bantuan PMT.  

Baca juga: PHR Capai Produksi 2.350 BOPD di Sumur Eksplorasi Pertama Lapangan Pinang East

“Kami yakin penurunan angka stunting di Riau sedikit banyaknya ada kontribusi program PHR peduli stunting,” kata Anthonny.

Keberhasilan Provinsi Riau dalam menurunkan angka stunting tak terlepas dari kolaborasi semua pihak. Tercatat, pada 2021 prevalensi stunting Provinsi Riau mencapai 22,3 persen. Pada 2023 berhasil turun drastis ke angka 13.6 persen.

Read also:  Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan untuk Pengembangan Energi Hijau

“Semoga komitmen PHR dalam menurunkan angka stunting di Riau terus berlanjut, sehingga cita-cita besar bangsa Indonesia di 2045 (Indonesia emas) bisa sama-sama kita wujudkan,” kata Ketua Tim Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Said Masri.  

Baca juga: Jalankan Program Vokasi, PHR Raih Penghargaan Kemendiktisaintek

Manager Corporate Communications PHR, Sonitha Poernomo mengatakan, peduli stunting merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR pilar kesehatan. Ini merupakan  komitmen perusahaan mendukung pemerintah menurunkan angka stunting  agar generasi emas Indonesia benar-benar terwujud.

“Upaya pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia industri, maupun masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan dapat tercipta generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” tukasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

PHE Perkuat Pengembangan Energi Rendah Karbon di Tengah Target Produksi Migas 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu PT Pertamina (Persero), menargetkan penguatan bisnis energi rendah karbon seiring dengan upaya menjaga dan meningkatkan...

Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik Timur Tengah, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Normal

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan, dua kapalnya berhasil keluar dari kawasan konflik di Timur Tengah, sementara dua kapal lainnya masih berada...

TOP STORIES

Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai, Perjalanan Pulang Capai 14 Hari

Ecobiz.asia — PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi 19 Perwira yang bertugas di kawasan Timur Tengah, terdiri dari 11 pekerja di...

LPEM UI: Kontribusi Ekonomi AMMAN Capai Rp173,4 Triliun Selama 2018–2024

Ecobiz.asia -- Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis kajian bertajuk Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PGE Teams Up With South Pole to Accelerate Carbon Portfolio Shift to Paris Agreement Mechanism

Ecobiz.asia — Indonesian geothermal developer PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) is accelerating the transition of its carbon project portfolio to the global...

PHM Gelar Safari Ramadan di Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk Anak Disabilitas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) PHM menggelar kegiatan Safari Ramadan di Balikpapan pada akhir pekan lalu sebagai...