Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat transisi portofolio proyek karbon panas buminya ke mekanisme pasar karbon global berdasarkan Pasal 6.4 Paris Agreement.
Perusahaan yang tercatat di bursa dengan kode IDX: PGEO tersebut, didukung konsultan iklim South Pole, tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan proses transisi.
Salah satu langkah penting adalah pengajuan Persetujuan Negara Tuan Rumah kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada Maret 2026, yang menjadi prasyarat utama bagi komersialisasi global kredit karbon dari proyek panas bumi Indonesia.
Sejalan dengan langkah tersebut, PGE dan South Pole juga menandatangani pernyataan kerja sama untuk optimalisasi pemasaran dan penjualan kredit karbon dari proyek panas bumi Ulubelu dan Karaha.
Dalam pernyataan pers yang dikutip Selasa (11/3/2026), PGE mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kontribusi sektor energi dalam pengendalian emisi gas rumah kaca serta mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.
Dijelaskan, pengembangan bisnis karbon berbasis panas bumi juga menjadi strategi perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar karbon domestik maupun internasional.
Saat ini PGE mengelola portofolio proyek karbon dengan estimasi potensi pengurangan emisi sekitar 1,5 juta ton CO₂e per tahun. Proyek tersebut telah dikembangkan melalui berbagai standar, termasuk Clean Development Mechanism (CDM), Gold Standard, serta terdaftar dalam Sistem Registri Nasional (SRN).
Portofolio itu mencakup sejumlah wilayah operasi panas bumi PGE seperti Kamojang, Karaha, Ulubelu, Lahendong, dan Lumut Balai.
Dengan kerja sama pemasaran tersebut, perusahaan menargetkan komersialisasi sedikitnya 110.000 ton CO₂e kredit karbon pada 2026.
PGE menilai penguatan ekosistem ekonomi karbon menjadi faktor penting untuk mendukung target kontribusi iklim nasional atau NDC Indonesia serta upaya mencapai net zero emission pada 2060.
Ke depan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperluas pengembangan energi panas bumi sekaligus memanfaatkan instrumen karbon sebagai bagian dari strategi transisi energi rendah emisi. ***




