Masuk Energi Terbarukan, Sriwijaya Capital Tanam 20 Juta Dolar AS di SESNA

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di Asia Tenggara, Sriwijaya Capital, menanamkan investasi hingga 20 juta dolar AS di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Investasi ini menjadi langkah perdana Sriwijaya Capital sekaligus menandai masuknya perusahaan tersebut ke sektor energi terbarukan di Indonesia.

Pendiri dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, mengatakan investasi tersebut mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap momentum transisi energi Indonesia serta rekam jejak eksekusi SESNA dalam pengembangan energi bersih.

“SESNA merupakan salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang terbukti dan sejalan dengan keyakinan kami terhadap peluang dekarbonisasi di Asia Tenggara,” ujar Arsjad dalam pernyataannya, Senin (26/1/2026).

Read also:  Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Chief Executive Officer Sriwijaya Capital Hartanto Tjitra menilai SESNA sebagai platform energi terbarukan yang memiliki potensi skala besar dan fundamental komersial yang kuat.

“SESNA telah menunjukkan kapabilitas dan disiplin tinggi dalam mengeksekusi proyek energi terbarukan. Kami berkomitmen bekerja sama secara erat dengan manajemen untuk memperluas operasi dan menciptakan nilai jangka panjang,” kata Hartanto.

Read also:  Manfaatkan Metana di TPA Sampah Sarimukti, Pertamina-Kembangkan Hidrogen dan Biomethane

Sementara itu, Chief Executive Officer SESNA Rico Syah Alam menyebut kemitraan dengan Sriwijaya Capital akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam mengembangkan proyek tenaga surya berskala besar di Indonesia.

“Dukungan modal strategis dan jaringan institusional Sriwijaya Capital akan mempercepat kemampuan kami dalam memperluas solusi energi terbarukan, dengan tetap berlandaskan pada fundamental yang kuat dan eksekusi yang terukur,” ujar Rico.

SESNA mengembangkan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis darat dan atap, termasuk proyek yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS).

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

Saat ini, SESNA telah mengoperasikan lebih dari 30 megawatt-peak (MWp) kapasitas surya dan memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp.

Investasi Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan proyek PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS sebesar 80 megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah. Proyek ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai net zero emissions pada 2060. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

TOP STORIES

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

Indonesia Sets Waste Carbon Trading Rules, Opens Path to International Markets

Ecobiz.asia – Indonesia has established a new framework for carbon trading in the waste sector, covering industrial solid and wastewater as well as domestic...

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi bahan pemadam kebakaran berbahan baku ubi atau singkong untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....