ESG Rating 2025, Kilang Pertamina Internasional Raih Predikat Best in Class

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih predikat Best in Class dalam penilaian ESG Rating 2025 yang dilakukan lembaga pemeringkat global MSCI, seiring penguatan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional dan tata kelola perusahaan.

Penjabat Corporate Secretary KPI Milla Suciyani mengatakan, penerapan prinsip ESG menjadi fondasi keberlanjutan bisnis KPI sebagai bagian dari rantai ketahanan energi nasional.

“Keberadaan kilang tidak hanya memastikan pasokan BBM, tetapi juga menjalankan bisnis dan investasi secara berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Milla, Jumat (23/1/2026).

Read also:  Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Dalam pemeringkatan ESG 2025, KPI memperoleh peringkat BB dan mencatatkan predikat Best in Class pada tiga aspek utama, yakni akuntansi, transparansi pajak, dan remunerasi. Penilaian dilakukan MSCI melalui pendekatan industry-adjusted ESG risk assessment yang membandingkan kinerja ESG perusahaan dengan pelaku industri sejenis.

Milla menjelaskan, pemeringkatan ESG dilakukan secara berkala untuk mengukur konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan dalam seluruh lini operasional KPI, sekaligus mengelola risiko ESG secara lebih komprehensif.

Read also:  ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

“Pengakuan dari lembaga ESG internasional ini menunjukkan komitmen KPI dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan terus mendapat kepercayaan global,” katanya.

Berdasarkan klasifikasi Global Industry Classification Standard (GICS), KPI masuk dalam sektor Oil & Gas Refining, Marketing, Transportation & Storage, sektor dengan eksposur tinggi terhadap risiko dan peluang ESG, terutama terkait aspek lingkungan, keselamatan, tata kelola, dan hubungan dengan masyarakat.

Read also:  PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

KPI menegaskan akan terus memperkuat integrasi prinsip ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk menjaga ketahanan usaha, menciptakan nilai berkelanjutan, serta mendukung transisi energi.

“Bagi KPI, ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi inti perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Milla. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

TOP STORIES

ADM Capital Buka Peluang Pembiayaan Karbon di Riau, Integritas Proyek Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Pengelola investasi ADM Capital menjajaki peluang pembiayaan proyek karbon di Riau setelah mulai menilai sejumlah proyek di pasar karbon sukarela di Kalimantan. Investment...

Calon Pembeli Internasional Menunggu, Riau Minta Percepatan Registrasi Program Karbon ART-TREES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat mempercepat registrasi program karbon hutan GREEN for Riau melalui standar Architecture for REDD+ Transactions–The REDD+ Environmental...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Kabar Melegakan! Hotspot Terus Turun Jadi 93 Titik, Kemenhut Pastikan Tetap Siaga Kendalikan Karhutla

Ecobiz.asia — Penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia menjadi 93 titik pada Senin (26/10/2026), dari 147 titik sehari sebelumnya,...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...